Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Harukan Ribuan Maba, Guru PAUD 34 Tahun Ikuti PKKPIMB Unmuh Jember Sambil Gendong Balitanya

M Adhi Surya • Rabu, 17 September 2025 | 14:00 WIB
SEMANGAT: Mashuda Guru PAUD, ibu dua anak Maba Unmuh Jember mengikuti PKKPIMB sambil gendong anak.
SEMANGAT: Mashuda Guru PAUD, ibu dua anak Maba Unmuh Jember mengikuti PKKPIMB sambil gendong anak.

 

Radar Jember - Di tengah ribuan mahasiswa baru Unmuh Jember, ada sosok Mashuda yang sempat mencuri perhatian.

Bagaimana tidak, dia mengikuti PKKPIMB sambil menggendong balita.

Almamater biru itu tampak kontras dengan gendongan balita di pelukan.

Di balik kacamata, senyum ramah tersungging, sekilas ia tampak seperti mahasiswa baru pada umumnya.

Namun, kehadiran Mashuda di arena Pengenalan Kehidupan Kampus dan Pembinaan Ideologi Mahasiswa Baru (PKKPIMB) Unmuh Jember menjadi berbeda karena satu hal, ia datang sambil menggandeng peran sebagai ibu.

Dalam keramaian ribuan mahasiswa baru yang rata-rata berusia belasan tahun, sosok ini mencuri perhatian.

Bukan hanya karena penampilan yang lebih dewasa, tetapi juga karena kehadiran seorang balita yang setia berada di pelukannya.

Sesekali, ia terlihat menepuk-nepuk punggung buah hatinya, menenangkan agar tetap nyaman di tengah hiruk pikuk kegiatan.

Setelah itu, pandangannya kembali fokus ke panggung acara.

Dari gestur tubuhnya, jelas bahwa semangat kuliah tak kalah menggebu dibandingkan peserta lain yang baru saja lulus SMA.

Ia adalah seorang guru PAUD dengan pengalaman lebih dari sepuluh tahun.

Meski sudah lebih dulu merasakan bangku kuliah, jurusan yang ditempuh sebelumnya tidak sejalan dengan profesi yang ia tekuni.

Kali ini, ia mantap memilih Program Studi Pendidikan Guru PAUD Unmuh Jember, agar ilmu yang didapat benar-benar relevan dengan pekerjaannya.

Alhamdulillah, saya diterima dengan baik. Tidak ada perbedaan perlakuan meski usia saya lebih tua dibandingkan mahasiswa baru lain,” tuturnya.

Ia mengaku sempat kaget melihat mayoritas peserta PKKPIMB masih sangat muda, namun suasana kekeluargaan membuatnya cepat merasa nyaman.

Bagi perempuan berusia 34 tahun ini, kembali kuliah bukan sekadar mengejar gelar.

Ia ingin memperkuat dasar pengetahuan agar bisa semakin bermanfaat bagi murid-murid kecil yang ia dampingi setiap hari.

“Saya ingin punya ilmu yang lebih sesuai untuk mendidik anak usia dini,” katanya.

Unmuh Jember menjadi pilihannya bukan hanya karena jurusan PG-PAUD tersedia, tetapi juga karena biaya yang lebih terjangkau.

Ia menilai kampus ini memberi peluang bagi mereka yang ingin mengabdi namun terbatas secara ekonomi.

Selain itu, pelayanan kampus sejak awal pendaftaran juga membuatnya kagum.

“Saya waktu daftar tidak merasa bingung, semuanya cepat dan jelas,” kenangnya.

Peran ganda sebagai guru, ibu rumah tangga, sekaligus mahasiswa memang tidak ringan.

Namun, ia merasa terbantu karena jadwal kuliah di Unmuh Jember cukup fleksibel.

Hal itu memudahkannya membagi waktu antara mengajar, belajar, dan mengasuh anak.

“Katanya sih nanti kuliah bisa disesuaikan meski reguler. Jadi saya lebih tenang,” pungkasnya. (nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #Unmuh Jember #PAUD #pkkmb