Radar Jember – Kecelakaan bus pariwisata yang membawa rombongan karyawan dan keluarga RS Bina Sehat Jember di kawasan wisata Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, menelan korban jiwa.
Delapan orang dipastikan meninggal dunia, sementara 44 penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu siang (14/9) ketika bus yang ditumpangi rombongan mengalami rem blong di turunan tajam Desa Boto, Kecamatan Lumbang.
Suasana panik terjadi saat bus melaju kencang tanpa bisa dikendalikan.
Warga setempat bersama petugas kepolisian dan tim relawan segera melakukan evakuasi.
Korban luka-luka dilarikan ke RSUD dr. Saleh dan RSUD Tongas untuk mendapatkan perawatan intensif.
Pemilik RS Bina Sehat, dr. Faida, menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tersebut.
Ia menegaskan bahwa perjalanan ke Bromo bukanlah agenda resmi rumah sakit, melainkan inisiatif pribadi karyawan bersama keluarga.
“ini memang murni acara keluarga mereka, jadi memang dari rumah sakit juga tidak tahu keberangkatyan mereka sampai terdengar musibah ini,” ujarnya.
Meski demikian, pihak RS Bina Sehat tetap turun langsung membantu penanganan korban.
Tim medis rumah sakit diterjunkan ke lokasi bersama relawan dari Jember untuk mendampingi proses evakuasi dan pemulangan jenazah ke kampung halaman.
Identitas delapan korban meninggal dunia telah dirilis, yakni Hendra Pratama, Wardatur Soleha, Aiza Fahrani Agustin, Bela Putri Kayla Nurjati, Hesti Purnama Wreda Naya, Afti Wibowo Wati, Nasha Askiya Nayyara, dan Dessy Eka Agustin.
Jenazah sebagian besar korban langsung dipulangkan ke Jember setelah sempat disemayamkan di RSUD setempat.
Pada Minggu malam, tujuh jenazah tiba di RS Bina Sehat Jember.
Ratusan warga, keluarga, dan kerabat hadir untuk melaksanakan salat jenazah bersama sebelum prosesi pemakaman dilakukan.
Tangis haru dan duka menyelimuti prosesi tersebut.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kecelakaan.
Dugaan awal menyebutkan bus mengalami rem blong saat melintas di jalur menurun dan menikung tajam.
Aparat juga akan memeriksa kondisi kendaraan serta meminta keterangan dari sopir yang selamat.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan rombongan wisata di jalur menuju kawasan Gunung Bromo yang dikenal rawan.
Warga dan wisatawan diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama pada jalur dengan kontur curam dan berliku.
Penulis: Yunita Setyowati
Editor : M. Ainul Budi