Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dosen Unmuh Jember Beberkan Cara Digitalisasi Tekan Kebocoran PAD, Pasar hingga Wisata Jadi Fokus

M Adhi Surya • Senin, 15 September 2025 | 13:45 WIB
“Ini bukan hanya soal pemasukan, tapi juga soal tata kelola fiskal yang akuntabel.” Dr Haris Hermawan, Dosen FEB Unmuh Jember.
“Ini bukan hanya soal pemasukan, tapi juga soal tata kelola fiskal yang akuntabel.” Dr Haris Hermawan, Dosen FEB Unmuh Jember.

Radar Jember – Digitalisasi diyakini mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmuh Jember, Dr Haris Hermawan, menilai penerapan layanan berbasis teknologi di sektor pariwisata, olahraga, dan pasar akan membuat tata kelola lebih transparan sekaligus memperbesar kontribusi terhadap kas daerah.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu melakukan modernisasi pelayanan melalui sistem reservasi digital di destinasi wisata, pemesanan venue olahraga secara online, hingga penerapan e-retribusi di pasar.

“Dengan sistem digital, kebocoran pendapatan bisa ditekan, pelayanan publik lebih cepat, dan PAD meningkat secara signifikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sektor pariwisata misalnya, bisa memberikan nilai tambah ekonomi lebih besar jika didukung digitalisasi.

Mulai dari e-ticketing, reservasi daring, hingga branding destinasi berbasis media.

Integrasi dengan UMKM lokal dan industri kreatif juga akan memperluas perputaran ekonomi di masyarakat.

Ia menegaskan, infrastruktur pendukung digital seperti akses internet, aplikasi terpadu, dan dashboard monitoring perlu disiapkan pemerintah daerah.

Dengan begitu, setiap transaksi yang dilakukan wisatawan maupun pedagang pasar dapat langsung tercatat secara real time.

Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait Gercep Beri Arahan Kirim Banyak Ambulans Bantu Tangani Korban Tragedi Maut Bus RS Bina Sehat Kecelakaan di Bromo

“Ini bukan hanya soal pemasukan, tapi juga soal tata kelola fiskal yang akuntabel,” katanya.

Sektor olahraga juga berpeluang besar berkontribusi terhadap PAD melalui digitalisasi.

Haris mencontohkan, pemesanan venue olahraga secara online, penjualan tiket pertandingan berbasis aplikasi, hingga sponsorship digital dapat memberikan pemasukan baru.

“Event olahraga harus dikemas profesional, dikaitkan dengan promosi pariwisata dan produk lokal, lalu ditopang teknologi agar akses masyarakat lebih mudah,” imbuhnya.

Ia menambahkan, pasar tradisional juga harus masuk ke era modern.

Penerapan e-retribusi, QR payment, hingga marketplace lokal akan memudahkan pedagang sekaligus memperkuat transparansi pendapatan. “Kalau masih manual, kebocoran PAD sulit dihindari. Dengan digitalisasi, semua tercatat jelas dan pengawasan lebih mudah,” jelasnya.

Selain itu, Haris menekankan pentingnya kemitraan dengan sektor swasta dalam mengembangkan sistem digital.

Skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dinilai bisa menjadi solusi membangun platform digital yang terintegrasi di tiga sektor tersebut.

Pemerintah daerah, lanjutnya, tinggal memastikan regulasi dan insentif agar ekosistem bisa berjalan berkelanjutan.

“Jika konsisten mengarah ke digitalisasi, maka sektor wisata, olahraga, dan pasar tidak hanya menjadi penggerak ekonomi lokal, tapi juga pilar utama peningkatan PAD,” pungkasnya. (dhi/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #Unmuh Jember #PAD (Pendapatan Asli Daerah)