radar jember - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember bergerak cepat menangani kecelakaan maut yang menimpa rombongan bus RS Bina Sehat di jalur wisata Bromo, Probolinggo.
Atas arahan Bupati Jember Gus Fawait, tim medis dan armada ambulans langsung dikerahkan ke lokasi untuk membantu evakuasi korban.
Plt Kepala Dinkes Jember, Akhmad Helmi Luqman, menyampaikan sedikitnya 13 ambulans dikerahkan.
Rinciannya, tiga unit dari Dinkes dan sepuluh unit dari tiga rumah sakit daerah (RSD) milik Pemkab Jember.
“RSD dr. Soebandi, RSD Balung, dan RSD Kalisat sudah siaga menerima korban,” jelasnya (14/9).
Helmi menegaskan, di masing-masing rumah sakit telah disiapkan ruang instalasi gawat darurat (IGD) beserta tim medis untuk memberikan pelayanan intensif.
“Apabila korban harus dirujuk ke Jember, kami siap melanjutkan perawatan,” ujarnya.
Selain itu, dipastikan seluruh korban akan mendapatkan layanan kesehatan tanpa biaya melalui Universal Health Coverage (UHC).
“Semua korban terjamin. Kami pastikan mendapat penanganan terbaik,” tegas Helmi.
Untuk korban meninggal, sebanyak delapan jenazah akan dibawa menggunakan ambulans yang tersedia.
Helmi menambahkan, jika diperlukan, Dinkes juga siap menambah unit ambulans maupun tenaga medis.
“Kapan pun dibutuhkan, kami standby,” pungkasnya.
Bus yang membawa rombongan dari Jember, mengalami kecelakaan di Kawasan awar Wisata Gunung Bromo, Minggu (14/9/2025).
Kecelakaan tersebut diduga akibat rem Bus blong, disekitaran Desa Mboto Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo Jawa Timur.
Dilaporkan 8 orang meninggal dunia dalam laka tersebut.
Sementara itu, Direktur RS Bina Sehat Faida membenarkan kejadian tersebut.
“Mereka infonya turun dari Gunung Bromo setelah tasyakuran kelulusan S-1,” katanya.
Sementara itu, puluhan lainnya telah dievakuasi ke berbagai fasilitas kesehatan, seperti Rumah Sakit dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo hingga RS Arrozi Probolinggo.
“Beberapa orang kritis. Kami sedang di Probolinggo membawa 18 ambulans dengan patwal untuk evakuasi,” kata mantan Bupati Jember itu.
Editor : M. Ainul Budi