SIDOMULYO, Radar Jember – Jalur Gumitir penghubung Kabupaten Jember dengan banyuwangi baru dibuka kembali pada Kamis (4/9) lalu.
Ketika memasuki jalur gumitir dikenal dengan banyak belokan itu jalannya semakin mulus setelah ada perbaikan jalan di KM 36.800 dan di Km 37.600, Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo.
Baru dua pekan jalur gumitir penghubung dua Kabupaten itu normal kembali, terjadi kecelakaan tunggal di KM 34.600.
Sebuah truk Isuzu Elf disopiri Safriyanto, 45, warga Malang terguling pada Jumat (13/9) pukul 15.45 Wib.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kecelakaan tersebut, truk engkel Isuzu Elf itu bermuatan mesin bubut terguling ke kanan.
Beruntung juga disaat terguling dan berjalan beberapa meter tidak ada kendaraan lain dari arah berlawanan.
Apalagi truk yang disopiri Safriyanto, keluar dari garis marka tengah.
Aipda Dwi Cahyo Utomo Kanitlantas Polsek Silo mengatakan, kecelakaan itu bermula truk bermuatan mesin bubut itu oleng ke kanan.
Ini setelah tali pengikat mesin bubut itu kurang kencang. Ketika tali pengikat mesin bubut itu kurang kencang mengakibatkan truk oleng.
Apalagi di jalan menurun dan menikung.
Truk kehilangan keseimbangan hingga mengakibatkan truk berjalan oleng kekanan hingga terguling.
Saat truk terguling, mesin bubut hingga terlempar kejalan aspal.
“Beruntung saat terguling tidak ada kendaraan dari arah berlawanan,” kata Cahyo. Untuk mengevakuasi truk yang terguling ditarik menggunakan truk yang melintas.
Untuk menaikkan muatan berupa mesin bubut harus menggunakan forklift untuk menaikkan keatas truk yang sudah berhasil dievakuasi, pungkasnya.
Wijihariyanto, relawan Gumitir mengatakan truk yang terguling dijalan menurun dan menikung itu langsung melakukan pengamana lokasi.
Beberapa relawan gumitir, TRC BPBD Jember, team Rescue Rox’n Rol ikut dan pengguna jalan ikut mengamankan lokasi.
Namun, setelah proses evakuasi truk yang terguling selesai relawan masih membersihkan ceceran bbm solar yang tumpah kejalan aspal.
Ceceran solar dibersihkan menggunakan sabun detergen hingga bersih.
Karena kalau dibiarkan maka akan membahayakan pengendara sepeda motor dari dua arah.
“Karena ceceran solar dijalan aspal berada dijalan yang menikung jurudan Jember dengan Banyuwangi,” kata Wiji.(jum/bud)
Editor : M. Ainul Budi