Radar Jember - Alun-Alun Jember seakan tidak pernah lepas dari kepungan pedagang kaki lima (PKL).
Berbagai jenis upaya yang dilakukan pemerintah, dalam hal ini Satpol PP, seakan tak pernah mempan untuk menjadikan alun-alun bersih dari keberadaan PKL.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, Senin malam (8/9), meski bukan akhir pekan atau masa libur, Alun-Alun Jember tampak begitu ramai.
Terlihat pengunjung mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa menikmati waktu dengan beragam aktivitas.
Selain dipenuhi pengunjung, alun-alun juga dipenuhi PKL.
Padahal, lokasi PKL itu sejatinya di Jalan RA Kartini hingga depan Masjid Jami lama.
Namun, kenyataannya PKL mulai naik ke alun-alun.
Mereka tak sekadar berjualan di tepi atau lokasi pejalan kaki alun-alun, tapi juga di tengah lapangan.
Kepala Satpol PP Jember Bambang Rudianto menyampaikan, berbagai upaya telah dilakukan untuk menangani permasalahan PKL alun-alun.
Akhir Juli lalu, Satpol PP melakukan penindakan dengan menahan sejumlah gerobak PKL yang nakal.
“Kalau ada yang tidak tertib, kami beri peringatan secara tertulis,” katanya.
Namun, beda cerita dengan PKL yang tanpa membawa gerobak.
Mereka seperti kucing-kucingan.
Sebab, saat petugas datang, mereka cepat-cepat menghilang.
Sementara, tidak ada petugas, juga begitu satset untuk berjualan.
Bahkan, kata Bambang, PKL tanpa gerobak tersebut juga berani menggelar lapak di samping papan imbauan larangan berjualan.
Menghadapi hal tersebut, Bambang menyampaikan, pihaknya tidak bisa bertindak semena-mena mengamankan para PKL yang tidak tertib.
Namun, pihaknya tetap berupaya melakukan tindakan meski dengan cara yang halus.
“Kami selalu melakukan upaya-upaya secara persuasif dan humanis melalui sosialisasi, edaran, pengumuman, imbauan, baik secara langsung maupun tidak langsung kepada PKL,” tuturnya. (yul/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh