Radar Jember - Ketua Satgas Percepatan SPPG Jember dr Hendro Soelistijono menjelaskan, Pemkab Jember telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program MBG.
Ini sebagai tindak lanjut SE Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 400.5.7/4072/SJ.
Melalui Satgas, Pemkab telah berkoordinasi dengan BGN terkait percepatan program MBG di Jember.
Selain itu, lanjut Hendro, Pemkab juga sudah menyiapkan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Nasional yang membawahi sebelas kabupaten/kota di Jawa Timur.
Hendro menyebut, berdasar website BGN, ada 12 SPPG operasional.
Dua SPPG sudah beroperasi dan sepuluh lainnya masih tahap persiapan operasional.
Sementara, untuk percepatan pelaksanaan MBG, pemerintah pusat meminta pemda menyediakan lokasi yang dapat digunakan untuk SPPG.
Pemkab pun mengusulkan delapan titik lokasi.
“Dan sudah dilakukan survei oleh BGN sebanyak 3 titik lokasi,” katanya, kemarin.
Pria yang juga Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Jember itu mengatakan, sesuai arahan, seluruh SPPG di daerah harus sudah 100 persen beroperasi pada November 2025.
Untuk mengejar target itu, Pemkab, lanjutnya, juga membuka peluang kerja sama dengan semua pihak.
“Kami menawarkan kepada stakeholder terkait dan pihak swasta yang berminat untuk bisa ikut andil dalam program ini untuk memenuhi target,” katanya.
Dia menyampaikan, sasaran siswa penerima MBG adalah siswa Paud/TK sederajat, SD/sederajat, SMP/sederajat, dan SMA/sederajat.
Total sementara sebanyak 258.993 siswa dari 3.285 sekolah.
Sementara itu, Jember mendapatkan kuota 250 dapur sehat.
Dengan kuota itu, apabila setiap SPPG melayani paling sedikit dua ribu penerima manfaat, maka akan dapat melayani sebanyak kurang lebih lima ratus ribu penerima.
Nantinya, SPPG tidak hanya melayani siswa saja.
Melainkan juga melayani balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak stunting.
“Maka 250 SPPG itu diperkirakan dapat mengaver kebutuhan MBG di Jember,” pungkasnya. (kin/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh