Radar Jember - Sejak awal, program Makan Bergizi Gratis (MBG) besutan Presiden Prabowo Subianto, ditujukan untuk pemenuhan gizi anak-anak sekolah.
Di balik program ini, ada harapan besar pemerintah mendorong sumber daya unggul, menekan angka stunting, menurunkan kemiskinan, hingga menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Sejak awal diluncurkan, program yang digawangi Badan Gizi Nasional (BGN) ini telah dilakukan simulasi di beberapa daerah se-Indonesia.
Termasuk di Jember.
Bupati Jember Muhammad Fawait, bersama Forkopimda, sempat meninjau langsung dapur MBG yang disuplai salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), di Patrang, Jember, Mei 2025 lalu.
Namun, hingga Kamis (4/9) lalu, belum ada tanda-tanda MBG digulirkan.
Dalam kesempatan menyampaikan progres kinerjanya secara terbuka, Bupati Fawait menegaskan keseriusannya mendukung program pusat.
Seperti Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, dan termasuk MBG.
"Kami berkomitmen menyukseskan program-program pemerintah pusat, kita juga bersinergi untuk berbagai program dan pembangunan daerah, karena kalau hanya mengandalkan APBD kita, ndak mampu," kata Gus Fawait, sapaan akrabnya.
Terkhusus MBG, Gus Fawait sempat mengutarakan bahwa program ini akan sangat efektif mendorong perputaran ekonomi.
Mengingat, sasaran penerima MBG di Jember cukup besar, dengan jumlah lembaga pendidikan yang banyak.
"Kami insyaallah dalam anggaran pemkab juga ikut serta. Karena MBG ini bukan hanya program pusat, tapi ini menjadi pengungkit ekonomi," jelasnya.
Dalam kesempatan Bunga Desaku di Arjasa, saat apel kebangsaan bersama warga Candijati Arjasa (30/8), Gus Fawait meminta dukungan masyarakat agar program pemerintah berjalan baik, termasuk MBG.
Ia meyakini, MBG akan efektif berjalan dalam waktu yang tidak akan lama.
"Beliau (Presiden Prabowo, Red) memberikan sebuah program yang sebelumnya tidak ada di pikiran saya bagaimana menjamin gizi untuk anak-anak kita semua. Jadi nanti makan siang untuk putra-putri kita semua, diberikan gratis. Maka doakan, insyaallah akhir tahun Jember sudah banyak yang mendapatkan makan siang bergizi gratis," tutup Gus Fawait. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh