SIDOMULYO, Radar Jember – Tanggal resmi pembukaan jalur Gumitir, jalan nasional penghubung Jember-Banyuwangi belum diumumkan.
Namun, di sejumlah media sosial seperti Tiktok dan yang lain tamai diisukan akan dibuka.
Ini membuat warga atau pemilik warung mulai membersihkan warungnya.
Seperti diketahui, sejak jalan ditutup Kamis (24/7) lalu, pemilik warung sudah tidak berjualan lagi.
Bahkan sehari sebelum jalan nasional penghubung Jember dengan Banyuwangi ditutup sudah menutup warungnya.
Nah, ketika ada kabar jalur Gumitir akan dibuka awal September, banyak pemilik warung yang mulai bersih-bersih.
Namun, kabar ini belum final, karena belum ada tanggal pastinya kapan akan dibuka.
Dalam rencana sebelumnya, jalan barru akan dibuka pada 24 September, namun ini bisa saja berubah.
Purwanto, pemilik warung Doraemon mengaku belum tau kapan jalur Gumitir mulai dibuka. Menurutnya, dilihat dari proses pengerjaan belum selesai semua.
“Sambil menunggu jalur dibuka resmi, warung yang sudah sebulan ditutup total mulai dibersihkan” kata Purwanto.
Sikin, salah satu pekerja warung Doraemon mengaku siap-siap sebelum jalur Gumitir dibuka resmi.
Apalagi, setelah sebulan tak dibersihkan, kondisi warung menjadi kotor. Sehingga harus dibersihkan agar saat buka nanti bisa memberi layanan yang baik kepada konsumen.
Beberapa yang dibersihkan yaitu tempat duduk lesehan dan puluhan kursi.
"Kami menunggu dulu info resminya jalur Gumitir, akan buka lagi setelah jalan dibuka secara resmi," jelasnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, di lokasi beberapa pemilik warung terlihat juga mulai bersih-bersih.
Bahkan ada pemilik warung yang membersihkan sampah yang menumpuk di depan warungnya.
Seperti dilakukan ibu Shanty, pemilik warung di puncak Gumitir (Watu Gudang) yang membersihkan sampah.
“Selama penutupan jalur Gumitir banyak sampah, maklum sebulan tidak disapu,” katanya. Para pemilik warung mulai membersihkan warungnya, karena di media sosial ada informasi jalan Gumitir akan segera dibuka. (jum/nur)
Editor : M. Ainul Budi