ARJASA, Radar Jember - Pemkab Jember resmi membuka gerakan pangan murah dengan menghadirkan sejumlah barang kebutuhan pokok dengan harga merakyat.
Salah satunya digelar di BUMDes Kemuning Lor (KL) Nature Park, Desa Kemuning Lor, saat rangkaian Bupati Ngantor di Desa/Kelurahan (Bunga Desaku) jilid 4, di Kacamatan Arjasa, Jember (30/8).
Sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, Minyak Kita dan gula, dijual dengan harga bersaing.
Masyarakat setempat langsung menyerbu barang-barang tersebut.
Dengan menggandeng Bulog dan beberapa OPD terkait, program ini tidak sekedar untuk menandai Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80, namun juga sebagai upaya menjaga stabilisasi pasokan pangan.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan, gerakan pangan murah ini resmi dimulai per 30 Agustus hingga beberapa hari ke depan, di seluruh kecamatan di Jember.
Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait: Jadikan Jember sebagai Pusat Event se-Tapal Kuda
Ia menegaskan, gerakan pangan murah ini untuk menjaga stabilitas dan harga barang-barang pokok, sekaligus bagian dari upaya mengendalikan inflasi daerah.
"Sesuai arahan Presiden kita, bapak Prabowo Subianto, ketersediaan dan harga bahan pokok ini harus tetap kita kawal, agar tetap tersedia, stabil, dan inflasinya terkendali," jelas Bupati Fawait, saat melangsungkan program Bunga Desaku di Arjasa (29/8).
Kepala Bulog Cabang Jember Muhammad Ade Saputra mengatakan, gerakan pangan ini telah sebagaimana instruksi pemerintah pusat, agar dilakukan pangan murah yang serentak dilaksanakan di sekitar 1.800 kecamatan, di berbagai daerah.
"Ini wujud sinergi dan kolaborasi positif bagi kami atas dukungan Pemkab Jember untuk gerakan pangan murah ini, sehingga mempercepat pendistribusian beras kami yang ada di Bulog, khususnya beras SPHP atau stabilisasi pasokan dan harga pangan," jelas Ade, saat ditemui di lokasi.
Ia menjelaskan, gerakan pangan murah ini rata-rata di setiap kecamatan dijatah sekitar 7 ton beras SPHP, dengan harga Rp12 ribu perkilo atau Rp 65 ribu pack.
Sementara untuk Minyak Kita, setiap kecamatan masing-masing dijatah sekitar 10 dus, dengan harga Rp 15 ribu/liter.
Ade menambahkan, sejak sebulan terakhir, Bulog telah melakukan pendistribusian beras SPHP sebanyak 1.024 ton, dari periode awal Juli sampai akhir Agustus 2025.
"Tentu gerakan pangan murah ini akan sangat menyedot antusias masyarakat. Dan ke depan kami akan terus bersinergi untuk memastikan stabilisasi pasokan pangan kita," tambah Ade.
Editor : M. Ainul Budi