ARJASA, Radar Jember - Program layanan kesehatan yang difasilitasi Pemkab Jember melalui Universal Health Coverage (UHC), tidak sekedar layanan berobat gratis untuk masyarakat.
Namun juga ditujukan untuk menekan isu-isu krusial kesehatan yang selama ini ada di Jember.
Baca Juga: Hebat! Cakupan UHC Jember Sudah Tembus 98,3 Persen, Warga Dijamin Akses Layanan Kesehatan
Bupati Jember Muhammad Fawait membeberkan, selama ini Jember memiliki kasus Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi (AKI/AKB), dan stunting cukup signifikan.
Ia juga menaruh perhatian pada campak yang belakangan juga menjadi atensi nasional.
"Karena itu sosialisasi UHC ini perlu terus kami tingkatkan," urai dia, saat merealisasikan Bupati Ngantor di Desa/Kelurahan (Bunga Desaku) jilid 4, di Arjasa, (29/8).
Baca Juga: Bawa Seluruh OPD ke Arjasa, Gus Fawait Jalankan Bunga Desaku Jilid 4 demi Tuntaskan Masalah Jember
Saat mengunjungi Puskesmas Arjasa itu, ia mengisahkan musibah yang menimpa Luluk Ul Karomah, guru asal Sumberbaru yang gugur saat proses persalinan.
Gus Fawait, sapaan akrab dia, meminta kejadian itu menjadi alarm keras agar Puskesmas terus menghadirkan pelayanan yang ramah dan berkualitas.
Ia meminta para nakes agar serius memperhatikan nasib para ibu-ibu hamil atau Bumil.
"Tentu kami tidak ingin ada ibu Luluk - ibu Luluk berikutnya. Karena itu, kami sudah UHC, ditambah 1.000 nakes yang akan turun ke desa-desa," katanya.
"Ini saya minta tolong dikawal betul ibu-ibu hamil, agar AKI, AKB, stunting, serta imunisasi campak, termasuk TBC, ini bisa bareng-bareng kita tekan," pinta Gus Fawait.
Editor : M. Ainul Budi