Radar Jember – Ratusan pecatur beradu strategi dalam Open Tournament Adhyaksa Chess Challenge 2025.
Pecatur dari berbagai daerah di Indonesia itu memperebutkan juara di setiap kategori.
Mulai dari SD, SMP, SMA, hingga umum.
Event yang diinisiasi Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember ini digelar di Gedung Nusantara Jember, kemarin (31/8).
Tiak sekadar menjadi ruang kompetisi, turnamen ini diharapkan bisa menggali potensi atlet catur, khususnya Jember.
Sehingga terlahir bibit unggul pecatur muda dari Jember yang kelak bisa bersaing di level nasional bahkan internasional.
Hal itu disampaikan Kajari Jember Ichwan Effendi.
Menurut Ichwan, catur Jember sudah menunjukkan prestasi besar.
Terbukti pada Porprov Jatim 2025, kontingen Jember berhasil membawa pulang dua medali emas dan empat perunggu. “Kami berharap melalui event ini terlahir bibit muda yang andal dalam bermain catur, khususnya Jember," harapnya.
Dia menyebut, ada 400 peserta dari berbagai daerah yang beradu keterampilan.
Jumlah itu memang dibatasi mengingat kapasitas gedung.
Seandainya tak ditutup, lanjut Ichwan, pesertanya bisa lebih dari 500 dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jember Edy Budi Susilo mengapresiasi penyelenggaraan turnamen terbuka tersebut.
Edy menyebut, langkah Kejari Jember patut dicontoh OPD lain.
Sehingga event olahraga di Jember semakin menggeliat.
"Kejari menginisiasi event nasional. Ini contoh bahwa pembinaan olahraga tidak bisa hanya mengandalkan APBD, tetapi harus melibatkan banyak pihak,” jelasnya.
Edy menambahkan, turnamen ini penting untuk mengasah kemampuan atlet.
Itu juga sekaligus memupuk mental bertanding.
Dengan semakin banyak turnamen, kata dia, bibit-bibit muda akan teruji.
Apalagi dukungan Pemkab Jember terhadap prestasi olahraga juga terus meningkat.
"Mereka yang konsisten bisa menjadi andalan Jember di masa mendatang," pungkasnya. (kin/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh