Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tim Pengabdian Masyarakat UNEJ Dampingi Petani Curahtakir Kembangkan Agroforestri Berkelanjutan

Linda Harsanti • Minggu, 31 Agustus 2025 | 16:00 WIB
Photo
Photo

Radar Jember - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Jember kembali melaksanakan pendampingan di Desa Curahtakir, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember pada Jumat, 23 Agustus 2025. Kegiatan ini berfokus pada penerapan sistem agroforestri dengan mengolah daun dan batang Pueraria javanica menjadi pupuk organik cair (POC). Petani dari Kelompok Tani Hutan Sumber Makmur Kayangan mengikuti kegiatan dengan antusias karena POC menjadi solusi murah dan ramah lingkungan untuk meningkatkan kesuburan tanah. Pengolahan dilakukan menggunakan mesin pencacah agar bahan lebih mudah difermentasi. Tim PKM berharap keterampilan ini bisa diterapkan secara mandiri oleh petani untuk mendukung produktivitas lahan.

Pembuatan POC tersebut dipadukan dengan praktik lapangan berupa penanaman bibit alpukat, durian, dan cabai jawa di lahan milik anggota kelompok tani. Bibit yang ditanam dipilih karena memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus sesuai dengan kondisi agroklimat Curahtakir. Penanaman dilakukan secara bergantian antara mahasiswa Universitas Jember dan petani setempat. Setiap bibit diberikan perlakuan khusus, termasuk pemupukan awal dengan POC hasil olahan Pueraria javanica. Masyarakat berharap tanaman tersebut bisa menjadi sumber pendapatan tambahan di masa mendatang.

Photo
Photo

Potensi Desa Curahtakir memang cukup besar dengan keberadaan tanaman Pueraria javanica, porang, durian, dan alpukat yang tumbuh di wilayah ini. Pemanfaatan Pueraria javanica sebagai pupuk cair sekaligus penutup tanah diharapkan mampu mengurangi erosi dan menjaga kelembaban lahan. Integrasi antara tanaman kehutanan dan pertanian membuka peluang bagi masyarakat untuk mengoptimalkan hasil lahan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Sistem agroforestri ini dipandang lebih berkelanjutan dibandingkan praktik monokultur. Hasil pertanian yang beragam juga membuat petani lebih tahan terhadap fluktuasi harga pasar.

Photo
Photo

Program pengabdian yang dilaksanakan Universitas Jember ini menjadi bukti nyata sinergi perguruan tinggi dengan masyarakat. Petani tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga keterampilan praktis yang bisa diterapkan dalam kegiatan sehari-hari. Dukungan akademisi melalui riset terapan memberi nilai tambah bagi pembangunan desa. Kepala Desa Curahtakir menyatakan apresiasinya atas program ini karena dinilai sejalan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Harapan besar muncul agar Desa Curahtakir dapat menjadi percontohan pengembangan agroforestri di wilayah Jember bagian selatan.

Editor : Linda Harsanti
#Jember #pengabdian masyarakat #Agroforesti #Universitas Jember