Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Karyanya Viral di Wattpad sejak SMP, Novelis Muda Jember Ini Hadapi Dilema Pasar dan Idealisme

Yulio Faruq Akhmadi • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 14:15 WIB
BUKA BUKU: Novelis muda, Eka Julia Nur Azizah, menunjukkan novel karangannya berjudul Arega, yang ditulis saat menjadi siswa SMP.
BUKA BUKU: Novelis muda, Eka Julia Nur Azizah, menunjukkan novel karangannya berjudul Arega, yang ditulis saat menjadi siswa SMP.

Radar Jember - Bakatnya dalam menulis novel sudah terlihat sejak dirinya masih duduk di bangku SMP.

Kala itu, Eka Julia Nur Azizah sudah aktif menulis cerita novel di platform Wattpad.

Seiring waktu berjalan, novel karangannya meledak hingga dibaca jutaan pengguna.

Sontak, Lia, sapaan akrabnya, dihubungi salah satu penerbit.

Kala itu Lia yang masih SMP bingung saat mendapat proposal kerja sama penerbitan yang sama sekali tak ia pahami.

“Saya bingung dikasih undang-undang, ada denda, ada penjara segala macam. Terus harus tanda tangan di atas meterai. Saya takut, jadi tak tanyakan ke guru. Di situ guru saya terkejut karena saya dapat penawaran penerbitan novel,” terangnya dengan heboh.

Tak lama kemudian, novel pertama berjudul Suamiku Badboy pun terbit.

Saat masih dalam versi online, pembaca novel tersebut menembus 6 juta pengguna.

Setelah terbit pun, peminatnya tak kalah banyak.

Hal itu pun merupakan pencapaian tersendiri bagi Lia.

“Saya kalau tidak menulis rasanya kayak ada yang kurang, mungkin sudah jadi habit. Sampai sekarang saya masih nulis tiap hari,” ungkap perempuan yang saat ini menempuh semester 7 Jurusan Sastra Indonesia di Unej itu.

Setelah novel pertamanya, Lia semakin tertantang untuk menulis novel.

Kali ini tujuannya bukan hanya menulis cerita yang menghibur dan disukai banyak pembaca.

Dia ingin menyelipkan substansi nilai-nilai moral dalam novelnya.

“Sebagai penulis ada tanggung jawab moral untuk menyampaikan edukasi di tulisan,” katanya.

Namun, justru pada titik itu dilema muncul.

Lia mengaku sering berada dalam pergulatan batin antara memenuhi kebutuhan pasar dan menjaga idealisme.

Sebab, mayoritas pembaca justru lebih menyukai cerita-cerita fiksi yang penuh imajinasi, cenderung tak masuk akal, dan kaya dialog.

“Pembaca biasanya enggak suka narasi yang panjang. Mereka maunya cerita yang ringan, menghibur, dengan konflik terlalu imajinatif,” jelasnya.

Sementara dirinya ingin menyisipkan nilai-nilai moral, seperti soal pergaulan remaja, bahaya pernikahan dini, hingga kritik sosial.

Jalan tengah yang sering ia ambil adalah membiarkan cerita mengalir ringan di platform online.

Baca Juga: Begini Cerita Kesaksian Rekan Mendiang Febrian, buruh Gudang di Jember yang Dugaan Pembunuhan, Di Kenal Rajin, Temannya juga Banyak

Kemudian menyelipkan substansi lebih kuat ketika naskah naik cetak.

“Misalnya kalau di Wattpad, pernikahan dini dibiarkan saja. Tapi, ketika naik cetak, saya ubah alurnya. Saya sisipkan kritik bahwa pernikahan dini itu membawa dampak negatif,” ujarnya.

Lia sudah sejak 2017 aktif di Wattpad, dan sejak 2021 bergabung di platform sejenis bernama Fizzo.

Di platform itu, ia mendapat kontrak menulis dengan target kuantitas minimal seribu kata per hari.

“Kalau dari FIzzo ini dibayar, bisa dapat 100 dolar per bulan kalau pembacanya banyak,” ungkapnya.

Menariknya, kebiasaannya menulis fiksi sedikit banyak memengaruhi gaya akademiknya.

Saat menulis skripsi, Eka sering merasa terganggu oleh gaya bahasa nonilmiah.

“Kadang lagi nulis skripsi, kok jadi nggak ilmiah ya? Karena kebiasaan menulis fiksi jadi bahasanya lebih cair. Sebaliknya, kalau nulis novel kebawa bahasa skripsi, jadi kaku,” katanya sambil tertawa.

Untuk bisa terus konsisten menulis setiap hari, Lia mengembangkan kebiasaan menulis set plan atau rencana alur cerita agar tetap fokus mengembangkan alur cerita yang telah dirancang.

Dia juga terus berusaha menulis cerita yang menarik sambil menyisipkan substansi di dalamnya.

“Pada akhirnya cara membuat cerita ramai adalah memberi makan hasrat pembaca. Membuat kisah bahagia yang tidak bisa mereka gapai di dunia nyata,” pungkasnya. (yul/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #novel #UNEJ #novelis #penulis #Wattpad