radar jember - SEBELUM jenazah balita 2,5 tahun itu ditemukan. Warga Lingkungan Tumpeng, Kelurahan Tegalbesar itu geger dengan kabar penculikan anak.
Sebab, ibu balita tersebut Ana Khoirul Nisak mengabarkan ke tetangganya bahwa buah hatinya hilang diculik.
Padahal, beberapa menit sebelumnya, korban masih duduk bersama ibunya usai makan.
Ana masuk sebentar ke dalam rumah untuk menaruh piring, meninggalkan putranya sendirian di teras. Namun ketika kembali, anak itu sudah tak ada.
Panik, Ana berlari mencari ke rumah tetangga, tapi tetap tidak ditemukan.
“Ibu korban cepat mengabarkan ke warga kalau anaknya hilang. Karena kejadiannya mendadak, warga sempat yakin balita tersebut diculik,” terang Susanto, Ketua RW 032, Lingkungan Tumpeng.
Warga beramai-ramai membantu pencarian, bahkan ada yang menyusuri rumah keluarga korban.
Namun hasilnya nihil. Tidak ada yang menyangka, bocah mungil itu justru berjalan sendirian ke arah saluran irigasi yang jaraknya sekitar 20 meter di utara rumah.
Jalan setapak menuju saluran itu memang tertutup tanaman lebat, sehingga tak terlihat oleh sang ibu.
Empat jam kemudian, kabar mengejutkan datang. Jenazah balita itu ditemukan warga di saluran irigasi Perumahan Bumi Tegal Besar (BTB), sekitar 2,5 kilometer dari rumahnya. Tubuhnya tersangkut batu kecil dengan luka diduga akibat terbentur arus deras.
Suasana rumah duka langsung dipenuhi keluarga dan tetangga. Polisi bersama tim Inafis Polres Jember serta tenaga medis Puskesmas Kaliwates hadir untuk melakukan visum luar.
Malam harinya, jenazah dimakamkan.
“Awalnya semua mengira diculik, ternyata hanyut terbawa arus,” terang Susanto. (jum/dwi)
Editor : M. Ainul Budi