Radar Jember - Penyelenggaraan setiap event-event di Jember tak sekadar menjadi tontonan rakyat.
Namun juga ditunggu-tunggu oleh sebagian masyarakat yang hendak mengais rezeki.
Salah satunya pedagang sektor informal seperti pedagang kaki lima (PKL) dan UMKM ini.
Mereka bisa mendulang keuntungan berkali lipat dibanding hari-hari biasa.
"Kalau hari-hari biasanya ya seadanya yang beli, kalau ketika ada event seperti ini, ya bisa lumayan," aku Sodik, pedagang minuman dan makanan ringan yang melapak saat event gerak jalan Tanggul Jember Tradisional, (23/8).
Tak hanya kuliner, pedagang suvenir, mainan, hingga aksesoris juga kecipratan berkah event-event akbar yang digelar Pemkab Jember ini.
"Mulai tadi ini banyak yang beli, saya memang stok banyak karena acara seperti ini hanya setahun sekali," aku Ridwan, pedagang aksesoris di Bangsalsari.
Mereka berharap, pemerintah daerah bisa terus memfasilitasi PKL hingga UMKM untuk bisa berjualan di event-event akbar di Jember.
Tak sekadar di momen Tajemtra, namun juga pada event pariwisata dan kebudayaan lainnya.
Dalam kesempatan lain, Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan keinginannya agar Jember dapat sesering mungkin menggelar event.
Tidak hanya event tahunan, namun juga event olahraga, budaya, yang selevel nasional, hingga internasional, seperti halnya Jember Fashion Carnaval (JFC).
Baca Juga: 30 Karyawan Cafe Gumitir Beralih Jadi Pemetik Kopi, Imbas Penutupan Gumitir Jember Banyuwangi
"Kami nanti ingin terus dorong ada event-event lain selevel JFC misalnya, event olahraga, event budaya, dan lainnya. Karena event-event di Jember ini sangat efektif memutar perekonomian sektor informal dan mempromosikan pariwisata Jember," imbuh Gus Fawait, sapaan akrabnya. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh