Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Progres Pengerjaan Jalur Gumitir Jember Banyuwangi, Kini Saluran Pembuangan Air juga Digarap

Jumai RJ • Kamis, 28 Agustus 2025 | 18:00 WIB

 

DIPASANG SALURAN BETON: Perbaikan jalan di tikungan mbah Singo, KM 36.800 Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo juga diikuti dengan pemasangan box culvert atau saluran dari beton bentuk U.
DIPASANG SALURAN BETON: Perbaikan jalan di tikungan mbah Singo, KM 36.800 Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo juga diikuti dengan pemasangan box culvert atau saluran dari beton bentuk U.

SIDOMULYO, Radar Jember – Perbaikan jalan nasional yang menghubung Kabupaten Jember dengan Banyuwangi dilakukan penutupan selama dua bulan. Penutupan dilakukan per hari Kamis (24/7) hingga Minggu (24/9).

Nah, di lapangan pengerjaan perbaikan jalan di tikungan mbah Singo KM 36.800, Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo terus dikerjakan secara lembur.

Perbaikan jalan yang sering terjadi kecelakaan akibat kemiringan jalan, kini sudah selesai 60 persen.

Pemasangan capping beam dan pemasangan pagar pengaman jalan sudah terpasang. Pemadatan jalan di jalan yang miring dan sebelumnya retak itu kini sudah dilakukan pemadatan menggunakan alat berat.

Bahkan perbaikan saluran sepanjang 120 meter juga dilakukan. Saluran bukan menggunakan pasangan biasa, tetapi menggunakan saluran dari beton (box culvert).

Saluran dipasang di sekitar tebing gumitir, hal ini agar nanti ketika hujan tidak ada air hujan yang masuk di sela-sela tanah. Apalagi di tikungan mbah Singo jalannya menurun dan menikung.

Andre Pandora, pelaksana proyek dari PT Rajendra Pratama Jaya mengatakan untuk pengerjaan sudah selesai 60 persen. Hanya tinggal pemadatan dan pengaspalan.

“Untuk pengaspalan harus menunggu proses pengecoran capping beam sepanjang 120 meter. selain itu juga diikuti dengan pemasangan saluran dari beton di sisi kiri jalan kalau dari arah Jember.” katanya.

Penutupan jalan dengan waktu dua bulan itu memang banyak warung tutup. Tetapi dengan perbaikan jalan yang sudah membahayakan itu untuk jangka panjang.

Karena kalau tidak segera dilakukan perbaikan maka jalan penghubung dua Kabupaten itu bisa putus.

Dengan waktu lama itu karena kondisinya sudah membahayakan.

Cak Mat, warga setempat menyebut, para pemilik warung terdampak akibat penutupan jalan tersebut.

Tetapi ini untuk kepentingan orang banyak. Karena hampir seluruh kendaraan lewat jalur gumitir.

Apalagi jalur Gumitir merupakan jalur penghubung ke Banyuwangi dan ke Bali.

“Semoga saja perbaikan atau penutupan jalur tidak sampai dua bulan. Karena pengerjaan proyek perbaikan jalan di tikungan mbah Singo dikerjakan dengan lembur,” kata Cak Mat.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, terlihat memang pekerja terus bekerja secara lembur hingga malam.

Yang lama saat merakit rangka untuk capping beam.

Untuk pemasangan saluran dari beton (box culvert) harus menggunakan alat ekskavator.

Untuk pengecoran capping beam juga diikuti dengan pemasangan pagar pengaman jalan. (jum/nur)

 

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #Gumitir #banyuwangi