Radar Jember - Febrian Arisandi dikenal keluarga sebagai sosok pendiam.
Ia jarang bereaksi berlebihan terhadap sesuatu.
Namun, beberapa hari sebelum kepergiannya, pemuda 24 tahun itu tiba-tiba berencana memberi kejutan ulang tahun untuk adik bungsunya, Egy Caesar Gian Fraska, yang berulang tahun pada hari Jumat (22/8) atau tepat saat dirinya ditemukan tewas.
Kakak korban, Firman, menceritakan, Febrian selama ini dikenal sederhana.
Bahkan, keluarga mereka tidak terbiasa merayakan ulang tahun.
“Biasanya ya lewat saja, tidak ada perayaan apa-apa. Tapi, waktu itu dia bilang ingin rayakan ulang tahun untuk Egy,” ujarnya.
Bukan kejutan besar atau hadiah mahal.
Kepada Firman, Febrian hanya ingin mengajak keluarga kecil itu makan bersama di rumah.
Tanpa kue ulang tahun, tanpa jalan-jalan.
Sekadar berkumpul dan menikmati makan sederhana.
“Dia bilang ingin ajak keluarga makan-makan saja,” tutur Firman.
Kemudian perbincangan mengenai rencana tersebut tak dilanjutkan.
Sebab, dua hari sebelum ulang tahun Egy, Febrian tidak diperkenankan pulang oleh pihak perusahaan.
Obrolan soal kejutan pun seakan berhenti begitu saja.
Hingga akhirnya, tepat di hari ulang tahun Egy, Jumat (22/8), kabar mengejutkan datang.
Firman menerima telepon dari rekan kerja Febrian yang mengabarkan adiknya ditemukan meninggal dalam kondisi tergantung di mes karyawan.
Ayah korban, Kuswadi, menambahkan, tidak ada seorang pun di keluarga yang menyangka rencana kejutan sederhana itu justru berakhir dengan duka mendalam.
“Malam sebelumnya dia masih video call dengan keluarga, bercanda seperti biasa. Tidak ada tanda-tanda aneh. Tidak ada yang menyangka akhirnya jadi seperti ini,” ucapnya lirih.
Kuswadi menambahkan, baik dirinya maupun anggota keluarga lain tak ada satu pun yang mendapat firasat.
Tak ada yang aneh dari sikap Febrian, semuanya tampak baik. (nur)
Editor : Imron Hidayatullahh