Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Giliran Plafon SDN Gebang 01 Jember yang Kini Sudah Ambrol, Masih Banyak Sarpras Pendidikan di Jember yang Rusak

Sidkin • Rabu, 27 Agustus 2025 | 17:44 WIB
RUSAK: Imam, satpam sekolah menunjukkan kondisi plafon yang ambrol di ruang kelas 6 SDN Gebang 01 Jember, kemarin (26/8).
RUSAK: Imam, satpam sekolah menunjukkan kondisi plafon yang ambrol di ruang kelas 6 SDN Gebang 01 Jember, kemarin (26/8).

GEBANG, Radar Jember – Gubrak! Suara keras itu memecah keheningan di dalam ruang kelas 6 SDN Gebang 01, Senin (25/8) siang.

Luvianti, wali kelas 6, yang tengah duduk mengoreksi berkas administrasi, sontak berdiri dan berlari keluar sambil berteriak “roboh… ambrol!”.

Beberapa detik sebelumnya, suasana kelas masih tenang. Jam belajar juga sudah selesai pukul 12.45. Sebanyak 26 siswa di kelas itu telah pulang.

Hanya menyisakan Luvianti seorang diri.

Sekira pukul 13.00, tanpa ada tanda-tanda, plafon kelas mendadak runtuh. Pecahan papan dan material berserakan menutupi lantai.

“Tiba-tiba suara gubrak begitu. Saya langsung lari keluar. Saya kaget sekali, terkejut. Suaranya keras sekali,” tuturnya dengan wajah yang masih diliputi rasa syok saat ditemui di ruang kelas, kemarin (26/8).

Sejumlah guru yang berada di luar awalnya mengira hanya suara meja jatuh. Suara itu tidak begitu jelas terdengar mereka. Sebab itu bercampur dengan suara drumband dari siswa yang berlatih.

Namun, melihat Luvi yang masih syok di luar kelas, mereka berbondong-bondong menuju kelas 6. Barulah mereka sadar plafon benar-benar ambrol.

Ambrolnya plafon kelas itu membuat Luvianti heran. Apalagi, tidak ada tanda-tanda keretakan dari langit-langit kelas tersebut.

"Tidak ada retakan, tidak ada tanda-tanda sama sekali. Selama proses belajar mengajar pun aman. Ketika pembelajaran, saya keliling kelas, normal-normal saja. Jadi benar-benar plafon yang jatuh itu tiba-tiba,” jelasnya.

Dia mengatakan, kelas yang berada di bangunan belakang ini memang lama belum ada perbaikan. Kondisinya terlihat masih aman. Namun ternyata plafon berukuran 2x3 meter itu ambrol tanpa ada angin atau hujan.

Sementara itu, Kepala SDN Gebang 01 Maria Eva Titik Sunarko menjelaskan, kejadian itu di luar dugaan.

Memang dia mendapat laporan dari petugas sekolah bahwa kayu atap sudah lapuk. Oleh karena itu, pihaknya telah menganggarkan perbaikan sarana prasarana sekolah pada tahun depan.

"Tapi belum sampai tahun depan, ternyata sudah ambrol," katanya saat ditemui di ruangannya, kemarin.

Seusai kejadian itu, Eva langsung melapor ke pengawas sekolah dan Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember. Dia juga melaporkan peristiwa itu kepada komite dan paguyuban sekolah.

"Komite dan paguyuban sudah datang hari ini (kemarin, Red). Langsung ada keputusan untuk perbaikan atap yang rusak," lanjutnya.

Penanganan itu segera diputuskan bersama demi keselamatan siswa. Perbaikan juga bakal dimulai hari ini. Hal itu agar siswa kembali belajar di dalam kelas yang lebih nyaman dan aman. "Untuk sementara, siswa belajar di musala. Mulai besok, belajar lesehan di lab IPA," jelasnya.

Sebelumnya, plafon SDN Curahtakir 03 Jember juga ambrol Senin pagi. Itu terjadi sebelum kelas dimulai. Hal ini menambah daftar panjang kerusakan sekolah di tingkat SD di Jember. (kin/dwi)

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #Sekolah