Radar Jember – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jember Mohammad Thamrin mengundurkan diri dari jabatannya, Jumat (22/8) lalu.
Seusai pengunduran diri itu, terjadi kekosongan kepemimpinan di PMI Jember.
PMI Provinsi Jawa Timur pun langsung mengeluarkan surat keputusan (SK) penunjukkan pelaksana tugas (Plt).
Dalam surat itu, Sekretaris PMI Jember Zainollah ditunjuk sebagai Plt untuk memimpin PMI Jember selama sebulan.
SK itu diserahkan langsung Bupati Jember Muhammad Fawait sesuai mengunjungi Markas PMI Jember, kemarin (25/8).
Gus Fawait, sapaan akrab Bupati, ditemani Pj Sekda Jember Jupriono dan sejumlah kepala OPD.
Gus Fawait menyampaikan, PMI merupakan instrumen penting di Jember.
Sehingga keberadaan PMI menjadi supporting system bagi sektor kesehatan di Jember, khususnya RSD dr Soebandi, untuk melayani masyarakat Jember.
Apalagi rumah sakit ini menjadi rujukan di Tapal Kuda.
Bupati menjelaskan, setelah menerima kabar pengunduran diri Ketua PMI Jember dari PMI Jawa Timur, Pemkab segera berkoordinasi.
Hasilnya, sesuai SK itu, ditunjuklah Zainollah, yang sebelumnya menjabat sekretaris, sebagai Plt ketua PMI.
“Hari ini (kemarin, Red), langsung saya serahkan surat Plt ketua PMI kepada sekretaris PMI untuk melanjutkan, sampai nanti ada kepengurusan definitif,” kata Gus Fawait.
Dia berharap, pemilihan ketua dapat segera dilaksanakan meskipun SK Plt itu berlaku selama sebulan.
Pemkab, lanjutnya, akan mendukung penuh mekanisme pemilihan sesuai aturan PMI.
Saat ditanya kriteria calon ketua PMI Jember, Gus Fawait menginginkan sosok pengganti itu bisa memajukan PMI dan Kabupaten Jember.
“Yang penting bisa memajukan PMI Jember dan bisa sinergi serta berkomunikasi dengan baik dengan pemkab. Terutama untuk mendukung program kesehatan dan kebencanaan. Bahkan klinik PMI di Jubung (nonaktif, Red) bisa dihidupkan lagi,” terangnya.
Sementara itu, Plt Ketua PMI Jember Zainollah resmi bertugas mulai hari ini.
Dia mengakui, tugas yang diembannya tidak mudah.
Sebab hal itu langsung bersentuhan dengan masyarakat dalam urusan kemanusiaan.
Namun ia berkomitmen melanjutkan program PMI, termasuk menghidupkan kembali klinik PMI di Jubung serta mempercepat layanan donor darah.
Terkait musyawarah kabupaten (muskab) pemilihan ketua, pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut dari PMI Provinsi Jatim.
Yang pasti, dalam waktu dekat, percepatan donor darah dan pelayanan kesehatan itu akan terus digalakkan.
“Kami akan berusaha melaksanakan apa yang disampaikan Gus Bupati,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua PMI Jember M. Thamrin mengajukan surat permohonan pengunduran diri kepada PMI Jatim dan tembusan Bupati Jember, Jumat (22/8) lalu.
Dalam surat itu, Thamrin menyampaikan kesibukannya menjadi pengajar menyita banyak waktu.
“Mohon izin, sehubungan dengan kesibukan saya sebagai pengajar yang menyita banyak waktu dan agar tidak mengganggu kinerja layanan PMI Kabupaten Jember, maka kami mengajukan permohonan pengunduran diri sebagai Ketua PMI Kabupaten Jember,” tulis Thamrin dalam surat yang ditandatangani di atas meterai tersebut. (kin/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh