Radar Jember – Pemilihan Ketua KONI Jember dipastikan bakal berlangsung panas.
Aroma persaingan antarcalon kian menguat, seiring merebaknya isu lobi hingga potensi tekanan.
Kondisi ini dikhawatirkan menodai pesta demokrasi olahraga yang seharusnya digelar secara sportif.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Perpani Jember Didik Suharijadi dalam sosialisasi Musorkab, Rabu (13/8) lalu.
Menurutnya, panitia Musorkab atau disebut Tim 9 mesti bersikap waspada.
“Kalau sampai ada intimidasi, maka esensi musyawarah untuk mufakat jadi rusak. Panitia wajib mengantisipasi supaya jalannya pemilihan tetap fair,” ujarnya.
Didik menegaskan, cabang olahraga (cabor) di bawah KONI Jember memiliki hak penuh menentukan pilihan.
“Jangan sampai ada tekanan, semua punya hak suara yang bebas. Kita ini olahraga, harusnya sportivitas jadi pegangan,” tambah pria yang juga merupakan dosen di PSTF Unej itu.
Sementara itu, Ketua Panitia Musorkab, Soetriono, menegaskan pihaknya bekerja sesuai aturan.
Urusan lobi hingga manuver politik antarkandidat bukan ranahnya.
“Kalau ada pendekatan-pendekatan personal, itu di luar tanggung jawab panitia. Kami hanya mengawal jalannya mekanisme pemilihan,” katanya.
Senada, Ketua KONI Jember Sutikno juga buka suara.
Ia mengimbau agar Musorkab bisa berjalan damai, tanpa paksaan dan tekanan dari pihak manapun.
“Kalau ada laporan intimidasi, saya tidak segan turun tangan langsung secara pribadi. Pemilihan ini harus jadi ajang bermartabat,” tandasnya. (yul/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh