Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Miris! Armada Damkar Jember Dijuluki Mobil Sekali Pakai, Hampir Tiap Tugas Langsung Masuk Bengkel

Yulio Faruq Akhmadi • Senin, 18 Agustus 2025 | 13:15 WIB
PARKIR: Mobil damkar yang beberapa waktu lalu dilaporkan mogok saat menjalankan tugas, kini terparkir di pos damkar Jember.
PARKIR: Mobil damkar yang beberapa waktu lalu dilaporkan mogok saat menjalankan tugas, kini terparkir di pos damkar Jember.

Radar Jember - Armada Pemadam Kebakaran (Damkar) Jember tengah menjadi sorotan.

Ini karena kondisinya yang kerap bermasalah usai bertugas.

Hampir setiap turun memadamkan api, unit harus dibawa ke bengkel.

Tak pelak, sebagian anggota menjulukinya sebagai mobil sekali pakai.

Personel Damkar Jember Afif Fatoni menyampaikan, Damkar Jember hanya memiliki dua orang montir untuk melakukan perawatan dan perbaikan terhadap seluruh unit yang ada.

“Perawatan itu tugas dua montir saja. Tugas utama mereka sebenarnya saat ada kendala di lokasi, sifatnya darurat. Kalau sudah dibawa pulang, baru ditangani bengkel,” ujarnya, kemarin (12/8).

Dia menyebut, bengkel utama untuk armada berada di Ajung.

Namun, jika kerusakan tergolong ringan, seperti kebocoran angin atau korsleting listrik, montir internal masih bisa menangani.

“Seharusnya memang rutin diservis atau ganti spare part. Tapi unit kami yang rutin cuma ganti oli sama filter saja. Selebihnya nunggu rusak baru dibawa ke bengkel. Itu pun kalau rusaknya berat. Kalau sekadar masalah kelistrikan, biasanya montir yang menangani," tambahnya.

Mobil yang diadakan pada 2015 bernopol P 8140 QP itu diakui memang mulai rewel.

Mulai dari angin rem yang bocor hingga mesin brebet.

Apalagi, karakter kerja mobil damkar berbeda dengan kendaraan biasa.

“Selain transmisi untuk jalan, ada transmisi khusus untuk pompa air. Jadi, meski diam di lokasi kebakaran, mesin tetap kerja ekstra,” terang Afif.

Situasi semakin berat ketika penanganan kebakaran berlangsung lama.

Dia mencontohkan peristiwa kebakaran di TPA Pakusari, beberapa tahun lalu.

“Itu sampai hitungan hari, mesin nyala terus. Kita cuma ganti sopir dan isi bensin. Mesin tidak berhenti sama sekali,” bebernya.

Menurut Afif, kondisi ini membuat kerja petugas di lapangan tidak tenang.

“Api itu tidak kenal waktu. Mau tengah malam, hujan, panas, kita berangkat. Mobil harus siap. Kalau mogok di jalan, bahaya besar,” tegasnya. (yul/c2/nur)

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#TPA Pakusari #Jember #armada damkar #Damkar