Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dibukanya Bandara Jember Jadi Sinyal Kebangkitan Pariwisata, Ini Saran Akademisi UIN KHAS untuk Pemda

Maulana RJ • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 14:35 WIB

 

Kun Wazis
Kun Wazis
 

Radar Jember - Reaktivasi Bandara Notohadinegoro Jember pada 17 Agustus 2025 dinilai menjadi momentum penting untuk kebangkitan pariwisata di kota berpenduduk 2,6 juta jiwa.

 Keberadaan bandara ini sudah lama berdiri dan mengalami pasang surut.

Namun, penerbangan menggunakan armada baru Fly Jaya dengan rute Jakarta Jember ini dinilai akan berdampak signifikan terhadap Jember.

"Reaktivasi bandara ini sebenarnya mimpi lama yang sudah terwujud, tapi tidak bisa berlanjut. Dan kini dilanjutkan oleh Bupati yang sekarang, saya kira reaktivasi ini bagus," kata dosen Ilmu Komunikasi UIN KHAS Jember, Kun Wazis.

Menurut dia, akses transportasi, khususnya jalur udara, menjadi salah satu kendala sekaligus tantangan Jember hari ini.

Sehingga, terobosan menghidupkan bandara, sudah dianggapnya tepat, untuk mendorong geliatnya pariwisata.

Terlebih, kata pria yang juga Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Jember, potensi pariwisata Jember sangat menjanjikan.

Tidak hanya pariwisata alamnya, tapi juga wisata kebudayaan, wisata religi, dan destinasi wisata lain yang tidak ditemukan di daerah lain.

"Saya kira keberanian bupati harus kita apresiasi, untuk menarik pengembangan pariwisata, tinggal nanti bagaimana pemerintah daerah mengoptimalkan keberadaan bandara ini, misalnya dengan memperbanyak agenda internasional," katanya.

Lebih lanjut, dia menyarankan pemerintah daerah banyak menggeber event internasional.

Tidak hanya setahun sekali seperti Jember Fashion Carnaval (JFC), tapi sesering mungkin.  

"Perbanyak agenda-agenda internasional. Bukan lagi sekedar agenda tahunan. Tetapi, agenda yang bisa dikolaborasikan dengan paket wisata, pengusaha travel, seperti di Bali," tambah dia,

Kun Wazis juga berpandangan bahwa tantangan tersebut tidak mudah.

Namun, harus diambil oleh pemerintah daerah jika ingin Jember lebih dikenal dunia.

Sebab, menurutnya, aksesibilitas suatu daerah, via darat, udara, maupun laut, sangat menentukan kemajuan suatu daerah.

"Ini akan menjadi langkah yang baik jika jalur penerbangan dibuka kembali, dengan segala tantangannya, itu yang menjadi PR bersama. Termasuk mengkreasi daya tarik Jember, dikolaborasikan dengan paket-paket wisata," pungkas akademisi berlatar belakang jurnalis ini. (mau/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #Bandara Notohadinegoro #UIN KHAS Jember #bandara jember