Radar Jember – Sementara itu, warga yang tinggal di Jalan Ki Hajar Dewantoro, Dusun Krajan II, Desa/Kecamatan Jombang mendadak panik.
Sebab, telah terjadi kebakaran gudang tempat menyimpan sekam di penggilingan beras milik Hartono, 48, warga asal Dusun Jatiagung, Desa/Kecamatan Gumukmas, Kamis (14/8) malam pukul 18.50.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, karena yang terbakar hanya tumpukan sekam sisa pembuangan penggilingan padi.
Hanya tumpukan sekam yang terbakar.
Meskipun lokasi gudang yang terbakar jauh dari permukiman warga, banyak orang yang sempat panik.
Munculnya api itu dari cerobong asap penggilingan padi milik korban.
Angin terus berembus kencang dari cerobong asap sehingga mengakibatkan munculnya api.
Pertama kali kebakaran diketahui oleh Mansur, 51, karyawan asal Dusun Krajan, Desa Bagorejo, Kecamatan Gumukmas, dan Rochman, 37, warga Dusun Jatiagung, Desa/Kecamatan Gumukmas.
Kapolsek Jombang AKP Miftakhul Huda menyampaikan, kebakaran diketahui saat api sudah mulai membesar, sehingga saksi menghubungi karyawan lainnya.
“Peristiwa terbakarnya gudang sekam juga dilaporkan ke petugas piket Polsek Jombang. Anggota yang menerima laporan akhirnya mendatangi lokasi ditemani beberapa karyawan,” katanya.
Awalnya karyawan bersama petugas polsek melakukan pemadaman dengan menyiram menggunakan selang dari mesin pompa di sekitar gudang.
Sementara bara api pada sekam itu diangkat menggunakan mesin forklif dan dibuang ke tempat yang lebih jauh.
“Karena tiupan angin kencang, api terus membesar,” kata Huda.
Kejadian kebakaran gudang sekam itu juga dilaporkan ke Posko Damkar di Jember.
Satu unit mobil damkar tiba di lokasi untuk melakukan pendinginan.
Sehingga api yang membakar sekam itu benar-benar padam.
“Sebelumnya, sempat dilakukan pemadaman oleh karyawan bersama petugas,” imbuh AKP Miftakhul Huda.
Api diduga muncul dari cerobong asap penggilingan di gudang milik Hartono.
“Beruntung tidak sampai ada korban jiwa, karena api yang mulai membakar itu segera diketahui oleh karyawan,” pungkas mantan kapolsek Tanggul itu. (jum/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh