Radar Jember – Hampir setiap terjadi kebakaran, tempat yang terbakar ludes dilahap api.
Ini terjadi karena banyak faktor.
Salah satunya, saat api muncul dan mulai membesar, tak ada alat yang dapat memadamkan api secara cepat.
Di lapangan, pemilik alat pemadam api ringan (APAR) juga terbatas.
Sementara, jika harus menunggu mobil pemadam kebakaran, pasti membutuhkan waktu yang cukup lama.
Untuk itu, perlu terobosan agar saat kebakaran terjadi, bangunan yang terbakar bisa segera dipadamkan.
Nah, kebakaran terbaru yakni gudang Mebel Vegas milik Gunawan Siedarta, 41, kemarin (15/8).
Lokasinya di Jalan Mawar, Dusun Karang Anyar RT 003 RW 004, Desa Balung Lor, Kecamatan Balung.
Dalam kebakaran ini semua barang mebel ludes terbakar.
Kejadiannya sebelum salat Jumat.
Meski begitu, tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Pemilik mebel Gunawan Siedharta mengaku kebakaran terjadi ketika gudang dalam keadaan kosong.
Sebab, seluruh karyawan berada di toko, di Jalan Puger, Kecamatan Balung.
Di dalam gudang banyak tumpukan mebel yang masih baru.
“Penyebab kebakaran saya tidak tahu, karena di dalam tidak ada orang. Tiba-tiba api membesar. Karena panik, saya berusaha menyelamatkan barang dan burung peliharaan saya,” ujarnya.
Meski berupaya menyelamatkan hewan peliharaan, Gunawan mengaku 10 ekor burungnya juga mati akibat tak kuat menahan hawa panas api.
Ia juga mengalami luka ringan karena hawa panas.
“Seluruh barang mebel dari bahan plastik di dalam gudang,” katanya.
Gudang yang terbakar dengan ukuran sekitar 25x25 meter dari bahan rangka besi ikut luluh lantak.
Kapolsek Balung AKP Agus Sutriono mengatakan, dugaan sementara kebakaran disebabkan arus pendek listrik. “Kemungkinan karena korsleting listrik, apalagi ventilasi di dalam gudang minim. Tapi kepastian penyebabnya menunggu hasil olah TKP dari Tim Inafis Polres Jember,” ucapnya.
Kerugian menurut korban sekitar Rp 100 juta.
Kepala Regu C UPT Damkarmat Mako Pemkab Jember Syamsullah menjelaskan, pihaknya mengerahkan empat unit armada damkar.
Dua unit dari Mako Pemkab Jember, satu dari Mako Rambipuji, dan satu dari Mako Ambulu.
“Proses pemadaman terkendala angin kencang dan asap tebal yang menyulitkan menjangkau titik api. Api cepat membesar karena banyak bahan mudah terbakar. Pemadaman memakan waktu sekitar dua jam,” katanya.
Nah, jika melihat berangkatnya mobil damkar, dari Rambipuji, dari pemkab Jember, dan dari Ambulu, maka untuk sampai ke lokasi membutuhkan waktu yang cukup lama.
Oleh karena itu, perlu solusi agar penanganan kebakaran bisa lebih cepat lagi. (jum/c2/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh