Radar Jember - Pertumbuhan ekonomi Jember sejak setahun terakhir yang tertahan di angka 4,86 persen, dirasa harus terus dipacu, (BPS, 2024).
Pemerintah daerah terus menstimulasi pertumbuhan itu dengan beragam cara.
Salah satunya dengan mereaktivasi infrastruktur, seperti Bandara Notohadinegoro.
Bupati Jember Muhammad Fawait menilai, mobilitas perekonomian di kota berpenduduk 2,6 juta jiwa ini kurang ideal jika tak didukung dengan infrastruktur yang memadai.
Oleh karenanya, ia serius menggarap urusan infrastruktur demi Jember bisa keluar dari zona isolasi.
"Sekarang ini butuhnya Jember harus bebas dari isolasi. Kita terus berbenah di sana-sini, termasuk salah satunya dengan mereaktivasi bandara, yang kita soft launching pada 17 Agustus 2025," tuturnya.
Gus Fawait, sapaan akrab dia, juga mengakui selama ini masih banyak kekurangan terkait pembenahan infrastruktur ini.
Ia juga menegaskan, beragam kekurangan ini juga sedang diikuti dengan upaya pembenahan di berbagai lini.
Ia mengharap optimisme untuk pembangunan Jember ini terus tersiar ke publik, khususnya kepada warga Jember.
Bahwa pembangunan infrastruktur ini bagian tak terpisah dari tumpuan perputaran ekonomi.
Sekaligus menggeliatkan pariwisata hingga menjadikan Jember ramah investasi.
"Benar, kita masih banyak pembenahan, tapi kalau tidak dimulai sekarang, kapan? Kami hanya ingin minta kepada kawan-kawan menyampaikan optimisme kepada masyarakat di luar Jember bahwa Jember hari ini sudah berbenah, dalam waktu yang secepat-cepatnya," harapnya. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh