Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Aspal Mrotol dan Lubang Menganga di Jalan Wuluhan–Puger, Paksa Pengendara Motor Lewat Pinggir

Jumai RJ • Kamis, 14 Agustus 2025 | 13:30 WIB
RUSAK: Para pengendara yang melintas di jalan Wuluhan-Puger, di Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, banyak memilih lewat bagian pinggir karena banyak aspal mrotol.
RUSAK: Para pengendara yang melintas di jalan Wuluhan-Puger, di Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, banyak memilih lewat bagian pinggir karena banyak aspal mrotol.

Radar Jember – Banyaknya jalan berlubang sempat ditangani dengan cepat oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Jember.

Namun, tak semuanya tersentuh perbaikan.

Sekitar sebulan lalu, jalan aspal yang sempat tersentuh penambalan yaitu di kawasan kota Jember.

Seperti di Jalan Manggar, Gebang, dan Jalan Letjen Suprapto, Kebonsari, yang sempat rusak parah.

Bahkan, Tim Reaksi Cepat (TRC) penambalan jalan aspal juga menyentuh sejumlah ruas jalan di pinggiran.

Namun, penambalan jalan atau perbaikan belum menyentuh lokasi ini.

Yaitu jalan yang menghubungkan Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, dengan Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger.

Jalan penghubung dua desa atau dua kecamatan itu sudah rusak cukup lama dan kini kondisinya lebih parah.

Namun, belum ada sentuhan perbaikan.

Warga yang kerap melintas di jalan itu mengharapkan agar ada perbaikan secara cepat.

Lokasi jalan rusak ini ada di sebelah barat jembatan Sungai Bedadung, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, hingga mendekati SDN Puger Wetan 02, Kecamatan Puger.

Bahkan, kerusakan jalan itu ada yang sampai seluruh bahu jalan.

Di lokasi, juga ada jalan yang rusak parah dan ditutup dengan batuan yang dicampur semen.

Ini bukan membuat pengendara menjadi nyaman, namun justru seperti jalan makadam.

Kusnadi, pedagang ikan laut yang hampir setiap hari lewat jalan itu, mengaku selalu lewat di pinggir jalan.

Ini karena di tengah jalan kondisinya rusak.

“Ini membahayakan pengendara sepeda motor. Banyak yang memilih lewat pinggir dan di tengah jarang dilewati,” kata warga yang tinggal di Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, itu.

Bukan hanya pengendara roda dua saja yang merasa tidak nyaman.

Pengendara mobil juga harus pelan-pelan karena jalan rusak.

“Seharusnya jangan ditutup dengan semen cor, ini membahayakan pengendara sepeda motor. Kalau kendaraan roda empat memilih jalan pelan dan lewat pinggir,” katanya.

Dia dan warga lain berharap agar pemerintah memprioritaskan pengaspalan jalan tersebut, agar semua pengendara bisa lancar dan aman.

“Harapannya, agar segera diaspal oleh pemerintah,” ucapnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, di lokasi jalan yang dipasang kerakal yang dicampuri dengan cairan semen itu juga sering dilakukan perbaikan.

Ada warga yang rutin menutup jalan yang berlubang dengan bekas bangunan.

Itu dilakukan secara rutin oleh warga dengan menggunakan kendaraan roda tiga.

Tujuannya baik, menutup lubang jalan.

Namun, ini justru membuat jalan tidak nyaman karena seperti jalan makadam. (jum/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#jalan rusak #Jember Berbagi #Jalan Berlubang #aspal berlubang