PATRANG, Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait belakangan ini terus mencuri perhatian publik.
Saat Jember diterpa krisis BBM pada akhir Juli 2025 kemarin, ia sempat disebut-sebut sebagai Gus Darling, sekaligus Gus Fundamental.
Sematan itu lahir saat Gus Fawait, sapaan akrab Bupati Fawait, memberikan keterangan resminya secara terbuka, terkait surat edaran tentang sekolah daring untuk SD dan SMP di Jember saat krisis, untuk mengurangi mobilitas masyarakat di jalan.
Dari kata “Daring” itu kemudian oleh warganet diplesetkan menjadi “Darling” dan berakhir menjadi “Gus “Darling” hingga kemudian viral di media sosial.
Tak terhenti di situ.
Salah satu petikan wawancara di hadapan awak media yang menyebut persoalan BBM bukanlah fundamental, juga dipelintir hingga berakhir viral di media sosial. Secara bersamaan Gus Fawait juga mendapat sematan “Gus Fundamental”.
Meski begitu, bupati yang tiga kali lolos ke Parlemen DPRD Jatim ini seperti tak mau dipusingkan oleh dua istilah yang disematkan kepadanya.
Alih-alih marah, setelah empat hari krisis BBM di Jember dapat diakhiri, Gus Fawait memilih tampil ke publik dengan gaya yang lebih nyentrik.
Ia memperkenalkan kaos bertuliskan Gus Darling, dan satu kaos lagi bergambarkan mobil tangki Pertamina bertuliskan Gus Fundamental.
“Banyak orang bertanya-tanya apa maksudnya Gus Darling? Dan salah satu yang menyematkan itu, saya sendiri,” aku HM Arum Sabil, ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, saat melantik pengurus Kwarcab Pramuka Jember, di pendopo bupati Jember, Senin (11/8/2025).
Menurut Arum Sabil, penyematan Darling itu bukan tanpa alasan. Ia menilai bahwa Gus Fawait seorang Pramuka sejati.
“Karena beliau pramuka sejati, yang jiwa dan karakternya sadar terhadap lingkungan. itulah yang dimaksud dengan Darling, Gus Darling,” jelas dia.
Selama berkarir di dunia politik, kata dia, bupati jebolan Universitas Airlangga itu diyakini memiliki kapasitas pengalaman dan pengetahuan yang mumpuni.
“Dari sisi usia, Gus Fawait ini anak saya, tetapi dari sisi keilmuan, beliau adalah guru kita semua,” kata Arum Sabil.
Ia menambahkan, kiprah politik Gus Fawait yang berawal dari seorang legislator, telah mewarnai berjalannya periode pemerintahan Pemprov Jawa Timur selama dua periode kemarin.
Bahkan, orang dekat Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ini sempat diminta Khofifah agar berkomunikasi dengan Gus Fawait terkait suatu hal.
“Saya mengenal beliau puluhan tahun, salah satunya saat masih di gedung Indrapura (kompleks gedung DPRD Jatim). Hiruk-pikup Indrapura yang mewarnai Gus Fawait, ketika ada persoalan serius di Indrapura, kadang ibu Gubernur telpon saya, mengingatkan beliau. Dan sekarang Gus Fawait memimpin Jember,” tutup Arum Sabil.
Editor : M. Ainul Budi