Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

4 Kios Pasar Rambipuji Jember Ludes Terbakar dalam Semalam, Nenek Penjual Bumbu Hanya Bisa Selamatkan Timbangan Kecil

Jumai RJ • Rabu, 13 Agustus 2025 | 14:00 WIB
AMBIL SISA-SISA: Nenek Jumaiya, pedagang bumbu dapur yang lapaknya ludes dilahap api mencari sisa barang yang layak pakai setelah terbakar.
AMBIL SISA-SISA: Nenek Jumaiya, pedagang bumbu dapur yang lapaknya ludes dilahap api mencari sisa barang yang layak pakai setelah terbakar.

Radar Jember - Kebakaran di dalam Pasar Tradisional Rambipuji terjadi pukul 22.15, Senin (11/8).

Warga yang berada di sekitar lokasi mendadak panik akibat api melahap setidaknya empat kios yang ditempati pedagang.

Musibah di Pasar Rambipuji, Dusun Kidul Pasar, Desa/Kecamatan Rambipuji, ini bermula dari lapak atau kios milik M. Khoirul Anam, pedagang nasi.

Dari lapak yang terbuat dari bahan galvalum dan tiang beton ini, api terus membesar.

Warga saat itu berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, seperti timba dan selang air.

Warga juga ada yang menghubungi petugas Damkar Posko Rambipuji, yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran.

Kebakaran di kios penjual nasi ini kemudian menjalar ke kios lainnya, hingga ada empat kios yang terbakar.

Di antaranya menjalar ke lapak bumbu masak milik Jumaiya, 65, dan milik Tika, 60, yang juga berjualan bumbu masak seperti jahe, kunyit, dan bawang.

Saat musibah kebakaran terjadi, pemiliknya tak ada di lokasi.

Kebakaran cukup cepat, dan dalam beberapa waktu kemudian satu unit mobil damkar tiba di lokasi.

Di sana, mobil damkar kesulitan mendekat, karena posisi kios di tengah-tengah.

Di lokasi, petugas terpaksa membongkar pagar besi agar bisa memadamkan api.

Petugas damkar selanjutnya dapat memadamkan api tersebut dengan cepat.

Jumadi, pedagang sandal asal Dusun Dukuhsia, Desa Rambigundam, kecamatan setempat, menyebut, di sekitar lokasi masih banyak kios yang terbuat dari kayu.

“Mobil damkar datang ke lokasi kebakaran dengan cepat, sehingga kebakaran tidak meluas,” katanya.

Kanit Reskrim Polsek Rambipuji Bripka Bambang Febri mengatakan, terbakarnya pasar tradisional itu diduga akibat korsleting listrik di warung nasi milik M. Khoirul Anam.

“Di warung berukuran 4 x 3 meter itu ada stop kontak untuk mesin air, lemari es, dan magic com. Sementara, kabel mesin air di lokasi masih nyambung dengan stop kontak, sehingga mengakibatkan panas. Api kemudian diduga muncul dan membakar kios, hingga empat kios terbakar,” jelas Bambang.

“Dua kios kosong, karena dalam satu los berukuran 12x4 meter itu ada dua yang ditempati. Di lokasi, kondisi bangunan kios dari galvalum nyaris ambruk setelah terbakar,” sambungnya.

Sementara itu, Jumaiya, 65, warga Dusun Paguan, Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari, mengaku seluruh barang yang dijual seperti bumbu dapur, sabun cair, dan barang lainnya tak tersisa.

Dia mengaku baru tafu pagi hari, saat akan mulai berjualan.

Ia terlihat pasrah ketika melihat lapaknya sudah terbakar, termasuk barang yang siap jual.

Pagi kemarin, dia terlihat mengamankan barang-barang yang mungkin masih layak pakai seperti timbangan kecil.

“Sisa sabun cair pembersih juga ikut terbakar,” ucapnya.

Jumaiya menyebut, di lapak miliknya baru diisi barang baru.

Seperti bawang, jahe, dan bumbu dapur.

Ia mengaku menghabiskan modal Rp 1 juta untuk itu.

“Saya hanya bisa menyelamatkan sisa-sisa yang terbakar seperti timbangan duduk kecil saja. Barang lainnya tidak bisa diselamatkan" katanya.

Hal yang sama juga dialami Tika, 60, warga Desa Rowotamtu.

Dia baru tahu pagi saat akan membuka lapaknya untuk berjualan seperti biasanya.

Ternyata di lokasi sudah ramai orang melihat kios yang terbakar.

Kepala Pasar Rambipuji Slamet mengatakan, los dengan panjang 12 x 4 meter itu ada  empat.

“Dua di antaranya kosong dan 1 ditempati untuk jual nasi dan 1 dibagi dua untuk jual empon-empon atau bumbu dapur,” katanya.

Akibat musibah ini, total kerugian ditaksir mencapai Rp 65 juta, pungkasnya. (jum/c2/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #kebakaran kios #Pasar Tradisional #Rambipuji