Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tak Hanya Meriah, JFC 2025 Bikin UMKM dan PKL Panen Cuan Besar Selama 3 Hari Gelaran

Maulana RJ • Selasa, 12 Agustus 2025 | 14:45 WIB
KETIBAN BERKAH: Para pelaku UMKM hingga PKL yang turut memburu cuan saat perhelatan JFC 2025.
KETIBAN BERKAH: Para pelaku UMKM hingga PKL yang turut memburu cuan saat perhelatan JFC 2025.

Radar Jember - Perhelatan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2025 selama tiga hari, Jumat sampai Minggu (7-10/8), tak sekadar menjadi tontonan publik.

Namun, ada pihak yang juga kecipratan berkah perhelatan karnaval terbesar kedua di dunia ini.

Salah satunya para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sampai pedagang kaki lima (PKL).

Bahkan di sepanjang ruas utama Jalan Gajah Mada Kaliwates, Jember, para PKL berbaris rapi, di sisi kanan dan kiri jalan, berjubel dengan pagar penonton.

Mereka menjajakan aneka makanan, minuman, kuliner, kerajinan tangan, sampai aksesoris. Lengkap.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum) Jember Sartini di sela-sela perhelatan JFC menyebut tidak hanya PKL, booth-booth UMKM juga berlomba-lomba memajang beragam produk menarik mereka yang dipusatkan di Alun-Alun Jember.

"Kami ada 10 booth yang kami siapkan untuk teman-teman UMKM, dan 10 booth ini terdiri dari produk-produk unggulan Jember," katanya.

Booth-booth UMKM ini, kata Sartini, berasal dari sejumlah daerah di Jember dengan masing-masing komoditas unggulannya.

Seperti batik Jember, ecoprint, kerajinan atau craft, dan aneka jenis kopi.

"Termasuk kopi yang merupakan salah satu produk unggulan koperasi, turut meramaikan Booth Exhibition Expo di JFC," katanya.

Sebelumnya, Diskopum bersama Satpol PP, Disparbud, DLH, Disperindag, dan beberapa OPD lainnya, sempat mengumpulkan para PKL terkait penataan dan penertiban lapak PKL (5/8).

Khususnya para PKL yang biasa melapak di alun-alun, di Jalan Kartini, dan di parkiran Masjid Jami Al Baitul Amien.

Sartini meyakinkan, penataan PKL tidak hanya menjadi bagian dari kebijakan tata kelola kota.

Tetapi juga upaya mendukung ekonomi kerakyatan yang tumbuh secara sehat, terorganisasi, dan merata.

Hingga Minggu petang (10/8), Sartini belum mengutarakan lebih detail terkait jumlah UMKM dan PKL yang ikut panen raya dan ketiban berkah saat JFC ini.

Termasuk besaran omzet dan keuntungannya.

Menurutnya, Diskopum masih turun lapang melakukan inventarisasi.

Namun berkaca dari gelaran sebelumnya, seperti JFC tahun 2023, tercatat melibatkan 2.548 UMKM dan PKL, dengan perputaran omzet mencapai Rp 12 miliar lebih.

Dan tahun ini, perputaran UMKM diprediksi lebih besar.

"Kami belum bisa update, karena teman-teman masih di lapangan," imbuh Sartini. (mau/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #UMKM #diskopum #jember fashion carnaval #JFC 2025 #PKL