RAMBIPUJI, Radar Jember - Penutupan jalur Gumitir yang menghubungkan Jember - Bali via Banyuwangi telah diberlakukan sejak tanggal 24 Juli hingga 24 September 2025, atau selama 2 bulan.
Penutupan Gumiitir ini tidak hanya berdampak pada distribusi BBM yang sempat tersendat. Namun juga sejumlah perusahaan otobus (PO) yang beroperasi di Terminal Tawang Alun Jember juga terkena imbasnya.
Pihak Terminal Tawang Alun Jember mencatat, sejak Gumitir ditutup, ada penurunan okupansi yang cukup signifikan. Mencapai 60 persen.
"Okupansi penumpang turun drastis, ada sekitar 50 sampai 60 persen dibanding hari-hari biasanya. Karena memang banyak keberangkatan yang disumbang dari sana (Banyuwangi)," kata Kepala Terminal Tawang Alun Jember, Pudjiono, (30/7/2025).
Okupansi yang anjlok ini juga diikuti dengan jumlah armada yang beroperasi di lapangan. Mayoritas PO mengubah trayek, mengalihkan bahkan ada yang tidak beroperasi sama sekali.
Pujiono mengatakan, pada hari-hari biasa sebelum penutupan Gumitir, jumlah armada yang dikerahkan PO berkisar antara 20 - 25 bus. Setelah Gumitir ditutup, jumlahnya menyusut.
"PO yang melayani pemberangkatan dari Banyuwangi, Surabaya - Yogya, itu berangkatnya dari Jember. Sedangkan PO yang berangkat ke arah Jember - Bali, itu berangkatnya dari Kalibaru. Jadi memotong trayek," katanya.
Pudjiono membeberkan, tersisa beberapa PO yang masih bertahan dengan memotong trayek itu dan sebagian memilih jalur memutar.
Seperti PO Damri, dari yang sebelumnya melayani trayek Jember - Bali via Banyuwangi, kini berangkat dari Kalibaru Banyuwangi ke Bali. Kemudian yang keberangkatan Banyuwangi - Jakarta, kini memangkas trayek dari Jember - Jakarta.
Lalu ada pula tujuh armada dari PO Mila. Dari yang sebelumnya trayek Banyuwangi - Yogya via Jember, kini empat armada diantaranya diputar melewati jalur Pantura, tiga sisanya berangkat langsung dari Jember.
Selain itu ada PO Harapan Baru, yang juga memberlakukan kebijakan trayek keberangkatan mirip-mirip PO Mila.
Kemudian PO Gunung Harta. Dari yang biasanya berangkat dari Lumajang - Bali, tetap beroperasi namun melalui jalur memutar via Bondowoso Situbondo Banyuwangi hingga Bali.
"Bus patas juga yang biasanya banyak melayani dari Banyuwangi Surabaya Jember, sekarang mayoritas langsung berangkat dari Jember," kata Pudjiono.
Nestapa para PO yang memotong trayek itu belum seberapa. Bahkan, dari sekitar 25 armada yang melayani trayek Jember - Banyuwangi - Bali, mayoritas PO memilih menghentikan operasional armadanya lantaran imbas penutupan jalur Gumitir ini.
Tersisa beberapa bus AKAP yang melayani pemberangkatan, itu pun dengan memotong trayek atau memutar lewat Pantura.
Mayoritas pengusaha PO sambat lantaran penutupan itu turut berdampak signifikan terhadap pendapatan mereka.
"Kalau harapan mereka pengennya ya segera beroperasi lagi di Gumitir, karena kalau dipaksakan jalan, kan menambah ongkos operasionalnya," tambah Pudjiono.
Baca Juga: UPDATE Elpiji di Jember Usai Krisis BBM: Pasokan Elpiji Belum Ada Penambahan
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, Rabu (30/7), suasana di terminal terbesar di Tapal Kuda ini masih lengan. Banyak armada yang hanya terparkir di sekitar terminal. Sebagian ada pula yang melayani pemberangkatan.
Editor : M. Ainul Budi