Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kolaborasi Internasional di JFC 2025, Jember Dicanangkan Jadi Pusat Ekonomi Kreatif dan Fashion Dunia

Yulio Faruq Akhmadi • Senin, 11 Agustus 2025 | 13:45 WIB
Salah satu talent defile Allograph JFC 2025.
Salah satu talent defile Allograph JFC 2025.

Radar Jember - Pergelaran Jember Fashion Carnaval (JFC) tahun ini diklaim menjadi yang paling meriah dari tahun-tahun sebelumnya.

Hal itu terbukti dari masifnya kolaborasi dengan berbagai pihak.

Mengusung konsep green carnival yang menitikberatkan soal kepedulian terhadap lingkungan, sepuluh defile yang tampil pada Grand Carnival kemarin (10/8) sukses membuat takjub ribuan warga Jember.

Dari sepuluh defile yang silih berganti turun catwalk, kemarin, satu yang menyita perhatian adalah defile Allograph.

Baca Juga: Pamit Melaut Nelayan di Jember Ditemukan Meninggal Dalam Jukung

Kostum ini mengeksplorasi keindahan dan evolusi aksara dari berbagai budaya di dunia.

Para penonton diajak mengenal huruf Hanacaraka dari Jawa kuno hingga aksara Hanzi dari Cina.

Tak hanya itu, para pengunjung juga diajak mengenal berbagai pencapaian tertinggi manusia dari masa ke masa.

Mulai dari keajaiban tembok Cina melalui penampilan dari defile Great Wall of China hingga pencapaian manusia di bidang antariksa melalui penampilan defile Aerospace.

Masing-masing defile tak henti-henti membuat ribuan mata takjub.

Presiden JFC Budi Setiawan mengatakan, gelaran JFC tahun ini melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak yang membuatnya lebih spesial dibanding tahun sebelumnya.

Terutama hadirnya beberapa komunitas seperti Sakuranesia yang menjadi mitra yang menjembatani kejadian seniman dan delegasi dari Jepang yang memperkuat tema Evoluxion.

Selain itu, turut berkolaborasi Batavia PIK sebagai lokasi pre-event dan media hub yang memperkenalkan JFC kepada audiens di Jakarta.

“Selain itu, dukungan pemkab juga sangat baik, semangatnya terlihat sekali sehingga kami tidak kesulitan dalam berkoordinasi dalam upaya mewujudkan Jember jadi kota fashion dunia,” terangnya.

Pria yang akrab disapa Iwan itu melanjutkan, Gelaran JFC tentu tak akan stagnan sebagai karnaval tahunan saja.

Salah satu talent defile Allograph JFC 2025.
Salah satu talent defile Allograph JFC 2025.

Melalui JFC, pihaknya berkomitmen menjadikan Jember sebagai pusat fashion dunia.

“Kami sudah mendeklarasikan Jember sebagai kota fashion Indonesia dan dunia,” tegasnya.

Dia melanjutkan, pada gelaran JFC tahun depan, pihaknya berkomitmen akan menyelenggarakan lebih spektakuler lagi.

Menurutnya, hal itu perlu dilakukan karena Jember adalah pusat ekonomi kreatif.

“Jember memiliki segalanya untuk jadi pusat ekraf, mulai dari kreativitas fashion dan kostum, musik, UMKM, dan sebagainya. Ini harus dikembangkan bersama-sama,” tuturnya.

Sementara itu, Duta JFC, Bubah Alfian, turut menyampaikan, dari sisi gelaran art wear, tahun ini menurutnya juga terselenggara lebih menarik.

Sebab, pihaknya tak hanya mendatangkan desainer Indonesia, melainkan turut hadir desainer internasional.

“Terus juga para selebriti, para penyanyi, juga Putri Indonesia, kami gabung jadi satu,” katanya.

Tak hanya itu, secara konsep, artwear tahun ini juga dibuat lebih menarik dengan memasukkan unsur teater di dalamnya.

“Tapi teater itu susah untuk diresapi oleh beberapa orang. Nah, kita bikin teater yang versi lebih mudah diresapi oleh milenial dan Gen Z, bahkan Gen Alpha nantinya.” katanya. (yul/c2/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#jember fashion carnaval #defile #JFC 2025 #bubah alfian