Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bupati Jember Gus Fawait Minta Warga Sabar dan Mendukung Setelah Krisis BBM Akibat Gumitir Tutup

Maulana RJ • Senin, 4 Agustus 2025 | 20:40 WIB

 

KEMBALI NORMAL: Bupati Jember Gus Fawait saat menyampaikan press release yang pencabutan SE sekolah daring dan WFH bagi ASN, di Puncak Rembangan, Desa Kemuning Lor Kecamatan Arjasa, Jumat kemarin.
KEMBALI NORMAL: Bupati Jember Gus Fawait saat menyampaikan press release yang pencabutan SE sekolah daring dan WFH bagi ASN, di Puncak Rembangan, Desa Kemuning Lor Kecamatan Arjasa, Jumat kemarin.
 

radar jember - PENUTUPAN jalur Gumitir resmi diberlakukan mulai 24 Juli kemarin hingga 24 September 2025 mendatang.

Selama 2 bulan lamanya masa penutupan, dampaknya yang ditimbulkan sudah cukup serius.

Tidak hanya krisis BBM yang sempat menyandera seluruh SPBU di Jember selama empat hari kemarin, namun juga mobilitas distribusi barang juga terganggu.

Bahkan sektor jasa transportasi travel dan angkutan umum tujuan Bali via Banyuwangi, juga lumpuh. Sebagian lainnya lebih memilih menghentikan operasi.

“Tentu kami memahami sebagai pemimpin, bahwa banyak sekali yang terganggu akibat penutupan ini, bukan hanya urusan BBM, tapi soal mobilitas distribusi dan transportasi juga," kata Bupati Jember, Muhammad Fawait.

Saat menyampaikan keterangan resminya secara terbuka, di kawasan Puncak Rembangan, Bupati Fawait mengaku terus berkoordinasi dengan lintas sektor kaitan penutupan Gumitir tersebut.

Terakhir, ia sempat bertemu dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, di Jember, bersama perwakilan dari Pemkab Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, juga perwakilan Kementerian terkait, BPPJN, dan beberapa stakeholder pemangku kebijakan lainnya, untuk membahas kaitan penutupan Gumitir.

Saat koordinasi terakhir itu, menurutnya, penutupan Gumitir mendesak dilakukan. Selain alasan kondisi kerusakan jalan yang dirasa sudah kritis, faktor keselamatan juga menjadi pertimbangan jika dipaksakan terus digunakan.

Termasuk digunakan oleh truk tangki Pertamina yang memiliki tonase cukup besar.

"Jalan Gumitir itu kalau tidak ditutup, tidak diperbaiki, mobil Pertamina saja tidak bisa lewat. Kekuatan jalan tidak bisa menampung mobil-mobil besar sehingga kemungkinan longsornya lebih tinggi. Sehingga mau tidak mau harus ditutup dan juga dipercepat," urainya.

Gus Fawait bersepakat bahwa pengerjaan perbaikan Gumitir perlu dipercepat. Karena itu ia menegaskan sejauh ini koordinasi lebih lanjut masih terus dilakukan.

Terlebih, jalan tersebut menjadi kewenangan pemerintah pusat.

"Kami akan terus berkoordinasi, karena itu jalan pusat, kewenangan di pemerintah pusat. Mudah-mudahan bisa Selesai tidak sampai dua bulan, syukur-syukur yah, ini harapan kita bersama," imbuhnya.

Ia meyakinkan perbaikan itu dilakukan untuk kebaikan bersama dan demi kenyamanan jangka panjang. Sehingga ke depan, tidak perlu lagi ada krisis BBM jilid kedua.

Ia juga meminta seluruh masyarakat untuk bersabar dan menahan diri bepergian wisata ke luar Jember.

Ia menyarankan berwisata di Jember saja, seperti ke kawasan Puncak Rembangan.

"Yakinlah bahwa yang dilakukan pemerintah pusat melakukan perbaikan Gumitir ini untuk kenyamanan jangka panjang. Saya pikir kita harus bersabar, harus support, mudah-mudahan perbaikan ini bisa dilaksanakan secepat-cepatnya, bisa dengan baik," tambah Gus Fawait. (mau/nur)

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #Gumitir #Gus Fawait