KALIWATES, Radar Jember – Ratusan pegiat lingkungan, pelajar, dan relawan, hingga anggota desa tangguh bencana (destana) gotong royong dalam aksi bersih-bersih Sungai Kalijompo dan Bedadung di Kelurahan/Kecamatan Kaliwates, Kamis lalu (31/7).
Aksi ini diinisiasi oleh Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Sumber Daya Air (UPT PSDA) Wilayah Sungai Bondoyudo Baru di Lumajang bersama Dinas Lingkungan Hidup Jember.
Ini juga bagian rangkaian Hari Sungai Nasional yang diperingati setiap 27 Juli.
Tak hanya memungut sampah dari bantaran dan badan sungai, mereka juga melakukan penanaman pohon di sekitar sungai serta menebar benih ikan.
Hal ini sebagai upaya menjaga ekosistem sungai yang sehat.
“Ada 50 tanaman ketapang yang kami tanam di dekat sungai dan 10 ribu ekor ikan yang ditebar,” ujar Kepala TPA Pakusari Muhammad Masbut, Sabtu (2/8).
Masbut mengatakan, aksi bersih ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Sebab, ada banyak makhluk hidup dalam ekosistem sungai.
“Kalau buang sampah di sungai, bukan hanya mencemari air, tapi juga merusak kehidupan mereka,” tegasnya.
Dia menyebut, hampir dua ton sampah yang berhasil dikumpulkan dari aliran sungai. sebagian besar berasal dari limbah rumah tangga seperti sisa makanan, pembalut, dan popok sekali pakai.
Sampah-sampah ini mengendap di dasar dan tepian sungai.
Pengelolaan sampah, kata dia, sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Asalkan masyarakat mau memilah dan memanfaatkan ulang sampah sejak dari rumah.
“Sehingga sampah yang dibuang ke TPA merupakan sampah residu yang tidak bisa dimanfaatkan lagi,” katanya.
Dia menambahkan, kegiatan bersih sungai ini sekaligus menjadi awal menuju aksi yang lebih besar, yakni World Cleanup Day pada September mendatang.
Nantinya, pada momen itu, seluruh sungai dan fasilitas umum di Jember akan menjadi sasaran bersih-bersih massal dengan melibatkan lebih banyak pihak. (kin/bud)
Editor : M. Ainul Budi