Radar Jember – Infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah saat ini.
Percepatan pembangunan juga bakal segera dilakukan pasca-perubahan APBD.
Oleh karena itu, Komisi C DPRD Jember melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pabrik pencampuran aspal atau asphalt mixing plant (AMP) lokal, Senin lalu (28/7/2025).
Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapan teknis dan legalitas perusahaan yang akan dilibatkan dalam proyek strategis tersebut.
Saat itu, DPRD sidak ke empat AMP yang tersebar di beberapa kecamatan.
Di antaranya PT Merak Jaya Beton di Bangsalsari, PT Sunan Muria di Sumbersari, PT Uni Agri di Pakusari, dan PT Majers Sriwijaya Mix di Patrang.
Fokus sidak meliputi perizinan usaha, ketersediaan stok bahan baku, hingga kualitas material yang dihasilkan.
Ketua Komisi C DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo menegaskan, pentingnya memberdayakan AMP lokal.
Hal itu sebagai bentuk penguatan ekonomi daerah.
Ia berharap pemerintah daerah tidak lagi mengandalkan AMP dari luar, seperti yang sempat terjadi pada proyek-proyek sebelumnya.
"Kami tidak ingin ada kejadian seperti tahun-tahun sebelumnya. Kami ingin AMP yang ada di Jember diberdayakan. Ini bisa mendongkrak perekonomian daerah. Karena kalau diproduksi dan diputar di Jember, dampak ekonominya juga akan terasa langsung oleh masyarakat Jember,” tegas Ardi.
Dari hasil sidak, lanjutnya, sebagian besar AMP sudah menunjukkan kesiapan teknis, mulai dari bahan baku, peralatan, timbangan, hingga laboratorium.
Ia menyampaikan harapan agar proyek pembangunan benar-benar mengandalkan potensi lokal, baik dari segi material, pekerja, maupun pelaksanaannya.
Itu demi mendukung pengentasan kemiskinan melalui perputaran ekonomi daerah.
Meski demikian, Ardi menekankan, kualitas tetap menjadi prioritas.
Hasil uji laboratorium juga harus memenuhi standar yang ditetapkan.
Ia mengingatkan agar tidak memaksakan penggunaan material yang tidak sesuai hanya demi mengejar target.
Sehingga wajib memberikan hasil terbaik bagi masyarakat.
“Penekanannya jelas, lelang harus sesuai standar minimal 80 persen. Tidak boleh main-main dalam pembangunan ini. Karena ini uang dari rakyat. Harus diberikan yang terbaik, sesuai standar,” tegasnya.
Dia menyebut, sidak ini sebagai upaya preventif agar tidak muncul hambatan teknis saat pelaksanaan dimulai.
Dengan memastikan segala aspek telah disiapkan sejak awal, proyek pembangunan diharapkan berjalan lancar tanpa alasan keterlambatan.
"Makanya kita persiapkan dari awal, baik dari sisi perizinan hingga kesiapan produksi. Sehingga nanti, ketika pelaksanaan dimulai, tidak ada lagi alasan teknis yang menghambat,” tambah Ardi.
Sementara itu, perwakilan PT Merak Jaya Beton, Roni mengatakan telah siap menjadi mitra pemerintah.
Pihaknya menyiapkan stok bahan baku hingga 50 ribu ton dan memiliki kapasitas produksi yang memadai untuk mendukung proyek skala besar.
“Kalau soal bahan, kami sudah sangat siap. Stok kami bisa sampai 50 ribu ton. Kami juga siap berproduksi secara terus-menerus saat proyek dimulai. Harapan kami," ungkapnya.
"semoga bisa ikut mendukung program pemerintah dan memberikan produk aspal berkualitas bagi masyarakat Jember,” pungkas Roni. (kin/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh