Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Mumpung Jalur Gumitir Jember Ditutup, Warga Minta Sekalian Perbaiki Plengsengan Ambrol

Jumai RJ • Jumat, 1 Agustus 2025 | 15:15 WIB
RETAKAN SEMAKIN LEBAR: Para sopir meminta plengsengan yang ambrol di Km 37.600 juga diperbaiki saat Jalur Gumitir ditutup total.
RETAKAN SEMAKIN LEBAR: Para sopir meminta plengsengan yang ambrol di Km 37.600 juga diperbaiki saat Jalur Gumitir ditutup total.

Radar Jember – Penutupan total Jalur Gumitir yang menghubungkan Jember–Banyuwangi sejak 24 Juli hingga 24 September 2025 membawa dampak besar bagi pengguna jalan.

Penutupan ini dilakukan untuk memperbaiki ruas jalan di kilometer 36.800, tepatnya di tikungan Mbah Singo, Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo.

Namun, selain perbaikan jalan utama, warga dan sopir berharap pemerintah juga sekalian memperbaiki plengsengan yang ambrol di kilometer 37.600, tepatnya di sekitar warung Khokap.

Plengsengan tersebut ambrol akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Gumitir beberapa waktu terakhir.

Bronjong dan tumpukan sak penahan longsor yang sebelumnya dipasang ikut terseret, hingga menyebabkan retakan parah pada badan jalan.

Situasi ini dinilai membahayakan, terutama bagi kendaraan besar seperti truk dan bus yang membawa muatan berat.

“Agar sekalian saat ada penutupan total, plengsengan juga diperbaiki bersamaan. Ini agar tidak terjadi dua kali penutupan, karena plengsengan yang ambrol akibat tergerus hujan juga ada retakan sampai di tengah garis marka jalan,” ujar Wahyu, sopir truk asal Lumajang yang hampir tiap hari melintasi jalur tersebut.

Ia menilai waktu dua bulan penutupan cukup lama untuk menyelesaikan pekerjaan jalan sekaligus memperbaiki kerusakan lain di titik rawan.

“Penutupan dua bulan itu cukup lama. Apalagi seluruh kendaraan roda 4, 6, dan truk besar serta bus dan truk tangki tidak boleh melintas. Dengan waktu yang lama ini bisa dilakukan untuk perbaikan plengsengan yang ambrol itu,” tambahnya.

Hal serupa disuarakan oleh pemilik warung di sekitar lokasi, yang ikut terdampak penutupan jalan.

“Ya, kalau bisa plengsengan yang ambrol di sekitar warung Khokap juga dilakukan perbaikan. Kalau nanti saat perbaikan ada penutupan total lagi, yang menjadi korban juga pemilik warung,” ungkap Cak Mat, salah satu pedagang.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Jember, plengsengan di sekitar warung Khokap sebenarnya sudah sempat ambrol pada Jumat, 30 Oktober 2020, dan kembali mengalami ambrol susulan pada Minggu, 29 Juni 2025.

Guyuran hujan terus-menerus menyebabkan aspal jalan ikut retak hingga ke bagian tengah marka. (jum/c2/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#tikungan mbah singo #Jember #plengsengan ambrol #Jalur Gumitir