Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tidur di Atas Motor demi 4 Liter BBM! Silva Rela Menginap di Jalanan Menuju SPBU Jalan A Yani Jember

Imron Hidayatullahh • Rabu, 30 Juli 2025 | 15:15 WIB
KELELAHAN: Silva Fitrotin Nadia kelelahan setelah antre lebih dari 15 jam, di SPBU jalan A Yani, Senin (27/7).
KELELAHAN: Silva Fitrotin Nadia kelelahan setelah antre lebih dari 15 jam, di SPBU jalan A Yani, Senin (27/7).

Radar Jember - Hari itu akan selalu dikenang sebagai hari paling sial dalam hidup Silva Fitrotin Nadia.

Ia tak pernah menyangka akan menghabiskan waktu belasan jam, bahkan harus tidur di atas sepeda motornya, hanya demi 4 liter BBM.

Silva sempat bekerja seperti biasa di lapak dagangannya dekat Alun-Alun Jember.

Saat itu, ia baru mendengar desas-desus kelangkaan BBM akibat penutupan Jalur Gumitir.

Namun, ia tak terlalu menghiraukannya.

Ia memilih fokus menjajakan makanan yang ia jual.

Malam harinya, saat hendak pulang, Silva baru sadar bahwa bensin di motor Supra-nya sudah sangat tipis.

Perasaannya mulai tak enak.

“Kalau saya langsung pulang, kemungkinan bensin nggak cukup. Akhirnya saya putuskan untuk beli bensin, biar besoknya tenang, nggak bingung cari,” ceritanya saat ditemui sedang mengantre BBM.

Pukul 12 malam, Silva menuju SPBU di Jalan A. Yani.

Ia cukup kaget karena antrean sudah mengular sejauh 500 meter hingga depan Mapolres Jember.

Karena bensin di tangkinya sudah nyaris habis, ia pun memutuskan ikut antre.

Namun, hanya berselang setengah jam, antrean mendadak berhenti.

Stok BBM di SPBU ternyata sudah habis.

Tapi, ada kabar bahwa mobil tangki Pertamina akan datang sekitar pukul 02.00 dini hari.

Silva pun memutuskan menunggu.

“Ada beberapa yang pulang. Tapi menurut saya nunggu sampai jam 2 masih oke. Jadi saya tetap antre,” katanya.

Namun hingga pukul 02.00, truk Pertamina yang dinanti tak kunjung datang.

Lalu, muncul informasi yang mengecewakan, stok bensin baru akan tiba pagi hari, Senin (28/7/2025).

Mendengar itu, puluhan pengantre memilih pulang.

Tapi tidak dengan Silva.

“Sudah telanjur antre sejauh ini, rasanya sayang kalau pulang. Lagi pula saya juga takut kehabisan bensin di tengah jalan. Sudah sisa sedikit,” katanya.

Dia akhirnya harus menunggu tujuh jam lagi hingga pukul 09.00.

Dalam rentang waktu itu, berbagai cobaan datang silih berganti.

Mulai dari serangan nyamuk, dinginnya angin malam, hingga rasa lapar.

Beruntung, Silva selalu membawa mukena setiap kali bekerja.

Ia pun menggunakan mukena itu sebagai pelindung dari nyamuk dan angin.

“Mukenanya saya pakai, terus berbaring di atas motor, kadang duduk. Sebenarnya susah tidur, tapi saking capeknya akhirnya bisa juga tertidur,” ceritanya.

Untuk mengganjal perut, Silva hanya makan roti yang ia beli dari Alfamart yang tak jauh dari SPBU.

“Kalau mau buang air kecil, saya ke Alfamart atau ke SPBU. Pengantre lain juga sama,” tambahnya.

Namun, setibanya pukul 09.00, harapan Silva kembali pupus.

Informasi terbaru menyebutkan, kedatangan BBM kembali diundur hingga sore hari.

“Saya benar-benar kecewa. Waktu saya habis hanya untuk mendapatkan bensin 4 liter. Saya gak pernah membayangkan bisa berada di situasi seperti ini,” tutupnya menjelang akhirnya mendapat giliran pengisian BBM. (nur)

 

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #bbm langka #antrean bbm