Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

GILA! Harga Bensin Eceran Tembus Rp 50 Ribu Seliter, Warga Jember: Namanya Juga Butuh!

Yulio Faruq Akhmadi • Rabu, 30 Juli 2025 | 14:30 WIB
MASIH MENGULAR: Antrean di SPBU Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, masih mengular hingga badan jalan (29/7). Kendati demikian, antrean ini tak sepanjang hari sebelumnya.
MASIH MENGULAR: Antrean di SPBU Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, masih mengular hingga badan jalan (29/7). Kendati demikian, antrean ini tak sepanjang hari sebelumnya.

Radar Jember – Cerita di Papua masa lampau yang menyebut harga seliter BBM bisa tembus sebesar Rp 50 ribu, ternyata terjadi di Jember.

Hal ini ditemukan Jawa Pos Radar Jember di wilayah Gebang, Kecamatan Patrang.

Sementara di sejumlah lokasi lain, penjualan BBM di luar SPBU bervariasi.

Mulai dari Rp 20 ribu hingga ada yang 50 ribu rupiah.

Harga seliter bensin Rp 50 ribu ini oleh seseorang di Gebang, Hengky Kurniawan, warga setempat.

“Harganya satu liter Rp 50 ribu. Namanya saja orang butuh. Ya, tetap ada yang membelinya,” katanya.

Sementara di lokasi lain, seperti di beberapa desa di Sukorambi, harga seliter BBM rata-rata Rp 35 ribu.

Namun, jika beli empat liter Rp 100 ribu.

“Saya terpaksa beli satu liter, karena di SPBU antrean sangat panjang. Karena butuh, ya saya beli,” ulas Anik, warga yang lain.

Ini membuktikan bahwa celotehan orang-orang yang membuat panic buying layak disudahi.

Buktinya, BBM tidak ada. Habis.

Termasuk di SPBU, perlu antre berjam-jam, karena pasokannya telat.

Meski begitu, antrean BBM di Jember mulai menunjukkan tanda-tanda normal.

Setelah sempat terjadi antrean panjang di hampir seluruh SPBU sejak Sabtu (26/7/2025), antrean kendaraan kini tampak lebih pendek.

Di sisi lain, penjual bensin eceran panen karena kemarin juga banyak yang menjual Rp 20 ribu per liter.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, antrean kendaraan di SPBU kawasan kota, seperti Jalan A. Yani, mulai menyusut.

Senin sore (28/7), antrean mengular hingga sekitar 900 meter ke arah Golden Market.

Namun kemarin (29/7), antrean hanya sampai depan Mapolres Jember, dengan panjang tak lebih dari 500 meter.

Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Jalan Gajah Mada, Ajung, hingga Mangli.

Warga terlihat tetap mengantre, tapi durasi tunggu kini tak lagi selama dua hari pertama krisis.

Nuril, warga Jenggawah yang tengah mengantre di SPBU Kecamatan Ajung, menyampaikan, pada hari Senin (28/7) lalu dibutuhkan waktu lebih dari setengah hari untuk mendapatkan BBM.

Namun, Selasa (29/7) kemarin, waktu antre hanya memakan waktu 2,5 jam.

“Saya sehari-hari memang jual bensin eceran, jadi terus menerus kulakan,” katanya.

Sementara itu, di SPBU Mangli antrean sepanjang kurang lebih 300 Meter.

Salah satu warga, Amelia Putri, warga Kecamatan Panti, memilih antre BBM di SPBU Mangli setelah SPBU dekat rumahnya kehabisan stok.

Dalam perjalanan, dia sempat melihat beberapa pengecer bensin menjajakan dagangannya.

Namun, dia enggan membeli karena harga dua kali lipat lebih tinggi.

“Sudah ada yang jual eceran, tapi saya lebih pilih antre 1–2 jam daripada beli Rp 20 ribu per liter,” ujarnya.

Meski belum sepenuhnya normal, penurunan panjang antrean di sejumlah titik menandakan mulai masuknya pasokan BBM ke Jember.

Warga berharap kondisi kembali stabil, dan harga BBM di tingkat pengecer kembali wajar. (yul/c2/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#panic buying #Jember #bensin eceran #bbm langka #antrean bbm