Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bukan Sekadar Singgah, Mahasiswi Aljazair Ini Jadikan Jember Tempat Belajar Hidup dan Empati

Yulio Faruq Akhmadi • Sabtu, 26 Juli 2025 | 14:25 WIB
GENJRENG GITAR: Mahasiswa asal Aljazair, Aya Bentabi, menunjukkan kemampuannya bermain gitar di Universitas Islam Jember.
GENJRENG GITAR: Mahasiswa asal Aljazair, Aya Bentabi, menunjukkan kemampuannya bermain gitar di Universitas Islam Jember.

Radar Jember - Usianya baru 20 tahun.

Namun, langkah kakinya sudah menyeberangi benua.

Aya Bentabi, mahasiswa Translation Student di Algiers 02 University, kini sedang menjalani program pertukaran pelajar AIESEC di Jember sejak 27 Juni hingga 13 Agustus mendatang.

Aya tumbuh di sebuah kota kecil di Aljazair, dengan mimpi yang begitu besar.

Sejak usia 15 tahun, dia sudah aktif menjadi relawan di berbagai kegiatan sosial.

Mulai dari membantu pengungsi dan anak yatim, hingga mengajar serta membantu anak didiknya menemukan minat dan bakat.

“Ayah saya selalu mendorong untuk turun langsung dalam kegiatan volunteer, termasuk ke rumah sakit. Itu yang membentuk diri saya sekarang,” ujarnya.

Keputusan memilih jurusan translation atau di Indonesia bisa dianggap mirip dengan sastra, juga bukan tanpa alasan.

Baginya, ini cara untuk belajar tiga bahasa sekaligus: Arab, Perancis, dan Spanyol.

Padahal, sejak SMA Aya sudah fasih berbahasa Inggris.

“Dengan menguasai banyak bahasa, saya bisa belajar banyak keterampilan. Ini membuka banyak kesempatan di masa depan,” kata mahasiswa semester empat itu.

Baginya, usia 20 tahun adalah masa paling sensitif, yang harus diisi dengan sebanyak mungkin cerita positif untuk bekal hari tua.

Di semester pertama kuliah saja, Aya sudah aktif dalam kegiatan volunteer di kampus.

“Saya selalu percaya, di mana pun kita pergi, kita bisa bikin relasi baru dan berbagi manfaat,” katanya.

Kini, dia dalam program AIESEC di Jember.

Aya tampak menikmati hari-harinya.

I really like myself here, like the atmosphere, like how they treat me. It doesn’t feel like a new place (saya sangat suka di sini, suka suasananya, suka cara teman-teman di sini memperlakukan saya. Rasanya seperti bukan berada di tempat yang baru),” tuturnya.

Baginya, Jember tak sekadar tempat singgah, melainkan ruang untuk memperluas wawasan dan menumbuhkan empati.

Aya pun berharap warga Jember senang dan mau menerimanya.

“Saya tahu saya membuat teman-teman yang lain kelelahan, saya berterima kasih,” tutupnya.

Dia pun ingin mengembangkan wawasannya selama berada di Jember. (yul/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#aljazair #UIJ #mahasiswa asing #Universitas Islam Jember #Mahasiswa