Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Lewat Jalan Makadam 8 KM! Guru-Guru Ini Hadapi Medan Ekstrem sejak Jalur Gumitir Jember Ditutup

Jumai RJ • Jumat, 25 Juli 2025 | 14:05 WIB
BERANGKAT BERSAMA: Beberapa guru SMPN 5 Silo berangkat bersama-sama melewati jalan alternatif, setelah Jalur Gumitir resmi ditutup Kamis (24/7/2025) pagi.
BERANGKAT BERSAMA: Beberapa guru SMPN 5 Silo berangkat bersama-sama melewati jalan alternatif, setelah Jalur Gumitir resmi ditutup Kamis (24/7/2025) pagi.

Radar Jember  - Jalur Gumitir ditutup bagi seluruh kendaraan, baik roda dua atau lebih.

Tak ada pengecualian, seperti pengendara sepeda motor bisa lewat di Jalur Gumitir yang sudah dinyatakan ditutup total, sejak Kamis (24/7/2025) hingga 24 September mendatang.

Dengan ditutupnya Jalur Gumitir yang menghubungkan Jember dengan Banyuwangi tidak ada kendaraan yang bisa lewat.

Hal ini karena dua alat bor (bore pile) yang didatangkan dari Surabaya ditempatkan di bahu jalan.

Dua alat bore pile dan satu tronton pipa untuk mengebor itu akan dipasang persis di bahu jalan.

Akibat ditutupnya jalan, beberapa guru dari SD Negeri Sidomulyo 02 dan guru SMPN 5 Silo harus lewat jalan alternatif.

Jalan yang dilewati untuk kendaraan roda dua berupa jalan makadam yang jaraknya 8 kilometer.

Kondisi jalan alternatif itu cukup licin dan berdebu.

Wakil Kepala SMPN 5 Silo Risky mengaku, dia dan sejumlah guru lain berangkat lebih pagi.

Terutama mereka yang rumahnya di Jenggawah, Mayang, Jelbuk, dan Ambulu.

Saat memasuki jalan alternatif mereka berangkat bersama-sama.

Hal itu karena medannya sulit dan banyak belokan serta sepi.

“Selama dua bulan ke depan naiknya dari jalan raya ke jalan makadam akan tetap bersama-sama,” ucapnya.

Dia pun mengaku harus berangkat lebih awal dari sebelumnya.

“Rumah saya di Desa Suger, Kecamatan Jelbuk, sehingga berangkatnya harus lebih pagi. Karena harus kumpul sebelum masuk jalan alternatif,” kata Risky.

Sementara Ana, salah satu guru perempuan asal Mayang, mengaku tidak berani naik sepeda motor melewati jalan alternatif sendirian.

“Kalau berangkat sendiri di jalan alternatif tidak berani, sehingga kumpul dulu,” ucapnya. 

Apalagi, jalan alternatif harus melewati perkebunan, sepi, dan banyak persimpangan jalan.

Kanitlantas Polsek Silo Aipda Dwi Cahyo Utomo mengimbau kepada pengendara sepeda motor yang lewat jalan alternatif bahwa jalan itu dibatasi.

Hanya boleh dilewati mulai pukul 06.00 hingga 16.00.

“Hindari berangkat sendirian. Karena jalannya lewat perkebunan dan banyak persimpangan. Ini demi keamanan bersama,” katanya. (jum/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #Jalur Gumitir ditutup #jalan alternatif