Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Festival Egrang XIII Tanoker Ledokombo Digelar Hari Ini! Serukan Pesan Inklusi dan Perdamaian

Sidkin • Jumat, 25 Juli 2025 | 15:05 WIB
BERMAIN BERSAMA: Sejumlah anak-anak di festival egrang tahun lalu. Besok, Festival Egrang XIII Tanoker Ledokombo kembali digelar.
BERMAIN BERSAMA: Sejumlah anak-anak di festival egrang tahun lalu. Besok, Festival Egrang XIII Tanoker Ledokombo kembali digelar.

Radar Jember –  Tanoker Ledokombo kembali menghadirkan Festival Egrang XIII tahun 2025.

Festival ini akan digelar hari ini (25/7/2025) dan besok di Kecamatan Ledokombo.

Mengusung tema “Memuliakan Bambu untuk Perdamaian”, festival tahunan ini bukan hanya menjadi perayaan budaya semata.

Tetapi, juga wadah inklusi sosial dan ruang ekspresi seluruh elemen masyarakat.

Festival ini akan dibuka pada hari ini, Jumat (25/7), dengan rangkaian kegiatan edukatif di Aula Kesenian Tanoker mulai pukul 09.00 hingga 15.00.

Di hari pertama ini, para peserta akan diajak mengikuti sesi diskusi wisata berkelanjutan serta belajar tentang permainan tradisional dan kebudayaan dari dua negara sahabat: Turki dan Aljazair.

Sementara, puncak kegiatan akan berlangsung pada Sabtu (26/7/2025) dengan parade egrang yang dimulai dari Balai Desa Sumberlesung dan berakhir di Lapangan Kecamatan Ledokombo.

Kegiatan ini juga rencananya dihadiri oleh Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan, Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Helvi Yuni Moraza, dan Bupati Jember Muhammad Fawait.

Tak hanya parade, sejumlah kegiatan turut disiapkan, seperti penerbangan layang-layang egrang, bazar kuliner lokal, pameran karya, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga lomba video Tiktok bertema budaya.

Founder Tanoker Ledokombo, Farha Cicik, mengatakan, festival egrang memberikan ruang inklusi bagi semua.

Melalui filosofi bambu, festival yang ke-13 ini membawa pesan kuat inklusivitas dan perdamaian.

“Ini menjadi perjalanan metamorfosis kami. Seperti bambu yang memiliki banyak manfaat untuk semua. Bambu juga menyatukan semuanya. Jadi bambu sebagai simbol inklusi sosial,” katanya.

Menurut Cicik, komitmen Tanoker untuk mendukung keberagaman tidak sekadar simbolik.

Festival ini menjadi medium nyata untuk membangun masyarakat yang saling menghargai dan mendukung satu sama lain, termasuk terhadap individu dengan kebutuhan khusus.

“Melalui permainan egrang, kami menyerukan sesuatu yang penting di masa ini. Sesuai visi, tanoker ingin mewujudkan wilayah yang ramah anak, perempuan dan lingkungan. Salah satu yang sangat bermakna adalah kita belajar proses perubahan dari bambu. Tidak hanya digunakan untuk kebutuhan saja, tetapi juga sebagai alat perubahan sosial,” jelasnya. (kin/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #festival #Tanoker Ledokombo #perdamaian #egrang