Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Diduga Depresi, Warga di Bangsalsari Jember Ini Tewas Tersambar Kereta Api Ijen Ekspres Rute Banyuwangi Malang

Jumai RJ • Selasa, 22 Juli 2025 | 01:44 WIB

 

EVAKUASI: Petugas bersama warga mengevakuasi jenazah M Dofir, warga Desa Tisnogambar, Kecamatan Bangsalsari seusai tersambar KA Ijen Ekspres, di Dusun Tegalgebang, Desa Langkap, Kecamatan Bangsalsari,
EVAKUASI: Petugas bersama warga mengevakuasi jenazah M Dofir, warga Desa Tisnogambar, Kecamatan Bangsalsari seusai tersambar KA Ijen Ekspres, di Dusun Tegalgebang, Desa Langkap, Kecamatan Bangsalsari,

LANGKAP, Radar Jember – Kecelakaan melibatkan kereta api hingga merenggut korban jiwa kembali terjadi. Muhammad Dofir, 50, warga Dusun Sira’an, Desa Tisnogambar, Kecamatan Bangsalsari, tewas tersambar kereta api (KA) Ijen Ekspres.

Ini terjadi di Dusun Tegalgebang, Desa Langkap, Kecamatan Bangsalsari, Minggu malam (20/7).

Dalam peristiwa tersebut, menyebabkan korban meninggal dunia di tempat dengan mengalami luka dibagian kepala. Setelah tertemper KA dari arah timur mengakibatkan korban terlempar ke sungai tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).

Tertabraknya korban hingga terjatuh ke sungai sekitar lokasi itu membuat warga setempat gempar.

Kapolsek Bangsalsari AKP Joko Sumargo mengatakan, peristiwa itu bermula ketika korban tengah berjalan sendiri di sekitar rel kereta api. Diketahui, korban keluar dari rumah tanpa sepengetahuan keluarganya.

Sejak depresi, korban ini sering keluar rumahnya dan berjalan tanpa arah tujuan.

Pada saat itu, korban berjalan dari arah timur dekat rel kereta. Di lokasi tidak ada penerangan. Saat korban berjalan kaki, KA Ijen Ekspres relasi Ketapang - Malang melintas dari arah timur. Dekatnya jarak menyebabkan kecelakaan tak terhindarkan. “Korban tersambar kereta hingga terlempar ke dalam sungai,” kata Joko.

Korban meninggal dunia setelah terserempet kereta hingga terlempar ke sungai.

” Korban mengalami luka robek di bagian kepala. Saat petugas bersama warga, menemukan korban sudah berada di dasar sungai di sekitar lokasi," kata Joko, kepada Jawa Pos Radar Jember, Senin (21/7).

Berdasar keterangan keluarganya, korban diketahui sering keluar rumah tanpa sepengetahuan keluarga.

“Biasanya kalau jalan sendiri hingga malam oleh warga diantar pulang ke rumah. Akan tetapi saat itu, korban tak kembali. Korban justru ditemukan meninggal dunia di sungai akibat tertabrak kereta,” kata kapolsek.

Dony Eko Nurcahyo, warga Desa Langkap mengatakan, korban ini memang sering jalan tanpa arah. Bisanya jalan mulai dari masjid sekitar balai Desa Tisnogambar hingga ke masjid Desa Langkap, Kecamatan Bangsalsari. Sejak ditinggal istrinya, dia depresi dan sering keluar tanpa sepengetahuan keluarganya.

Biasanya kalau jalan-jalan korban ini menggunakan sarung dan sorban.

“Pokok terlihat sering jalan-jalan sendiri tanpa arah. Korban ditemukan meninggal setelah tertabrak kereta api hingga terlempar ke sungai,” pungkas Dony. (jum/nur)

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #Ijen Ekspres