Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Diskusi Musisi di HUT Ke-26 Radar Jember: Musik Tak Cuma Nada, tapi Nyali, Relasi, dan Konsistensi!

M Adhi Surya • Rabu, 16 Juli 2025 | 05:17 WIB

KEREN: Empat musisi asal Jember, yakni Agus Susanto, Daniel Susanto, Aden Kusuma, dan Agus Pindank, tampil sebagai pemantik diskusi musisi HUT Ke-26 Radar Jember.
KEREN: Empat musisi asal Jember, yakni Agus Susanto, Daniel Susanto, Aden Kusuma, dan Agus Pindank, tampil sebagai pemantik diskusi musisi HUT Ke-26 Radar Jember.

Radar Jember — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Jawa Pos Radar Jember (JPRJ) tidak hanya diwarnai kemeriahan, tetapi juga ruang refleksi kreatif.

Salah satunya lewat gelaran diskusi musisi, yang menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidang musik.

Empat musisi ternama asal Jember, yakni Agus Susanto dengan putranya Daniel Susanto, Aden Kusuma, dan Agus Pindank, tampil sebagai pemantik diskusi.

Mereka mengupas tuntas dinamika industri musik lokal, mulai dari pentingnya edukasi musik hingga tantangan menjadi musisi idealis di tengah arus industri digital.

Agus Susanto menyoroti peran pemerintah dalam membina musisi daerah. Menurutnya, program edukasi musik yang benar harus dimasifkan, dimulai dari dunia pendidikan.

"Musik itu soal rasa, bukan sekadar teknologi. Wadah seperti event dan media hiburan sangat penting untuk memperluas eksistensi musisi ke publik," ujarnya.

Nada dan cuan menjadi dua hal yang saling melengkapi dalam karir musik.

Agus menekankan pentingnya kemampuan bermusik yang harus diasah dengan belajar yang benar.

"Tapi untuk cuan, musisi juga harus punya nyali masuk industri," tambahnya.

Hal senada diungkapkan musisi muda asal kota Suwar-suwir, Daniel Susanto.

Ia menekankan bahwa finansial akan mengikuti jika kualitas karya terus ditingkatkan.

"Perdalam kemampuan, terus belajar, dan bangun relasi. Jangan terbalik, biarkan uang yang mengejar kita, bukan sebaliknya," pesannya.

Sementara itu, Agus Pindank menyoroti pilihan-pilihan musisi zaman sekarang.

“Ada dua arah, mau jadi musisi yang hanya berani tampil di dalam kamar dengan kamera pribadi, atau musisi yang mau go public berinteraksi dengan penonton secara langsung dengan idealisme musiknya. Keduanya sah, tinggal pilih jalur mana yang paling sesuai,” katanya.

Ia mendorong musisi lokal untuk tetap menjaga nilai artistik dalam berkarya.

Sebab, musik yang dilahirkan dengan proses meditasi atau ada ruh di dalamnya, tentu lebih memiliki nilai yang sangat mendalam.

Hal serupa juga disampaikan oleh seorang gitaris grup band The Baja Hitam, Aden Kusuma, yang menekankan pentingnya konsistensi dan keberanian.

Lagu miliknya, tambah Aden, bisa menjadi soundtrack salah satu film nasional melalui proses yang cukup panjang.

“Kalau ingin hasilkan cuan, ya jangan berhenti berkarya, konsisten dan berani itu wajib,” tegasnya. (dhi/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Radar Jember #musisi #HUT ke-26 #HUT Radar Jember