Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Usia Baru 13 Tahun, Atlet Jember Ini Kalahkan Puluhan Peserta Internasional di Panahan Berkuda!

Yulio Faruq Akhmadi • Senin, 14 Juli 2025 | 15:00 WIB
RAIH JUARA: Atlet panahan berkuda Jember, Keifaiza Zivanka Habibi meraih perunggu pada ajang panahan berkuda internasional.
RAIH JUARA: Atlet panahan berkuda Jember, Keifaiza Zivanka Habibi meraih perunggu pada ajang panahan berkuda internasional.

Radar Jember - Atlet panahan berkuda Jember, Keifaiza Zivanka Habibi, kembali meraih prestasi membanggakan di ajang internasional.

Perempuan 13 tahun itu merebut medali perunggu kategori women class serta perak kategori fast shooting pada ajang Liga Memanah Berkuda Indonesia Seri Dua yang digelar di Lapangan Panahan Berkuda Shinta Corner II, Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Ketua Satu Federasi Pordasi Berkuda Memanah Jatim Kusnadi menyampaikan, Keifaiza menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia di kategori women class, melawan puluhan peserta lain dari Malaysia dan Singapura.

Selain itu, kata Kusnadi, capaiannya lebih baik daripada seri satu pada Februari lalu.

"Kemarin seri satu di Klaten masuk peringkat 4 di salah satu kategori, sekarang seri dua di Bandung kategori women class peringkat tiga, kategori fast shooting peringkat dua. Nanti seri tiga itu terakhir, semua poinnya akan diakumulasi untuk menentukan juara umum," katanya.

Lebih lanjut, Kusnadi yang juga melatih Keifaiza menceritakan, pada ajang tersebut Keifaiza bertanding sebanyak delapan kali.

Dua di antaranya adalah panahan berkuda Indonesian style, sementara enam pertandingan yang lain menggunakan Korean style.

"Kalau Indonesian style ada menombaknya, kalau Korean Style hanya memanah saja, keduanya masing-masing berjarak 100 meter," jelasnya.

Kusnadi melanjutkan, Keifaiza kalah dari dua atlet asal Malaysia.

Namun, kekalahan tersebut menurutnya bukan karena kemampuan Keifaiza yang masih kurang, melainkan karena rasa gugup dan nervous saat bertanding.

"Dia melihat lawannya yang keren-keren, yang terlihat begitu siap, akhirnya mentalnya sudah jatuh duluan dan gak maksimal saat tanding. Padahal skill-nya saya rasa sudah bagus," katanya. (yul/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Horseback Archery #Jember #pordasi #panahan berkuda #Internasional