Radar Jember - Badan Pusat Statistik (BPS) Jember mencatat inflasi Jember selama Juni 2025 mencapai 0,48 persen.
Cabai rawit dan beras menjadi komoditas penyumbang inflasi terbesar.
Hal itu disampaikan Kepala BPS Jember Tri Erwandi, Selasa lalu (1/7/2025).
Dia menyebut, selama Juni 2025, terdapat beberapa peristiwa yang memengaruhi inflasi di Jember.
Di antaranya penurunan harga BBM nonsubsidi, kenaikan harga emas, kenaikan harga komoditas hortikultura, berakhirnya masa panen raya padi, dan kenaikan permintaan daging ayam ras serta telur ayam ras.
"Kemarin ada Idul Adha yang disertai ada peningkatan tingkat konsumsi dan menjelang berakhirnya musim hujan. Ini berpengaruh terhadap beberapa komoditas yang rentan terhadap hujan," kata Erwandi.
Adapun andil setiap komoditas penyumbang inflasi tertinggi, secara m-to-m, yakni cabai rawit 0,13 persen dan beras 0,09 persen.
Berikutnya telur ayam ras, daging ayam ras, tomat, jagung manis, dan bawang merah, masing-masing di bawah 0,06 persen.
Sementara komoditas penyumbang deflasi tertinggi yakni bawang putih -0,07 persen dan minyak goreng -0,045 persen.
Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait Temui Menkes dan MPR, Sampaikan Keinginan Membangunan Rumah Sakit Baru
Selebihnya telepon seluler, gula pasir, dan bensin di bawah -0,03 persen.
Erwandi menambahkan, inflasi Jember 0,48 persen itu terpaut sedikit dengan inflasi Jawa Timur 0,43 persen dan inflasi nasional 0,19 persen.
"Kalau inflasi tahunan Jember sebesar 1,70 persen. Masih di bawah inflasi Jatim 2,02 persen, dan di bawah inflasi nasional 1,87 persen," pungkasnya. (mau/kin)
Editor : Imron Hidayatullahh