Radar Jember – Polres Jember memperketat penertiban konvoi motor tidak standar di jalan raya.
Kegiatan urakan yang kerap muncul saat momen kelulusan, pengesahan perguruan silat, hingga perayaan lain dianggap mengganggu ketertiban dan keamanan lalu lintas.
Kabag Ops Polres Jember Kompol Istono menegaskan, konvoi yang menimbulkan kegaduhan tidak boleh dianggap sebagai hal yang normal.
Sehingga, perlu tindakan tegas, apalagi terlihat adanya minuman keras dan senjata tajam.
“Konvoi yang hanya membuat suasana gaduh dan berpotensi mengganggu keselamatan lalu lintas harus segera dihentikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kompol Istono menjelaskan bahwa momentum seperti pengesahan perguruan silat ataupun kenaikan sabuk, seharusnya bermakna positif.
“Kami sangat menyayangkan jika kegiatan yang seharusnya bermakna positif berubah menjadi keributan di jalan. Budaya seperti ini tidak boleh diteruskan,” katanya.
Polres Jember telah mengambil langkah untuk mengantisipasi konvoi yang tidak tertib.
Petugas rutin melakukan patroli, dan menindak kendaraan bermotor yang tidak memenuhi standar kelayakan, serta melanggar aturan lalu lintas.
“Kami juga melakukan sosialisasi kepada komunitas motor dan pelajar agar tidak melakukan konvoi yang meresahkan masyarakat,” jelasnya.
Pengalaman sebelumnya menjadi pelajaran bagi Polres Jember.
Sebab, ditemukan adanya konvoi yang disertai dengan penggunaan minuman keras dan membawa senjata tajam (sajam).
Oleh karena itu, pihak kepolisian tidak segan untuk bertindak tegas.
“Kami akan tindak sesuai hukum dan akan kita serahkan ke Polda Jawa Timur untuk proses lebih lanjut,” tegas Istono.
Pihaknya pun mengimbau kepada warga untuk turut menjaga ketertiban bersama dengan tidak mendukung atau ikut dalam konvoi yang merugikan banyak pihak.
“Keamanan dan ketertiban jalan raya adalah tanggung jawab kita semua, bukan hanya tugas polisi,” pungkasnya. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh