Radar Jember - Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menjamin dukungan konkret pemerintah kepada para petani di Jember.
Hal itu ia tegaskan saat membuka panen raya di areal persawahan Dusun Langsatan, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung, Jember, kemarin siang (11/7/2025).
Begitu turun ke sawah, Sudaryono langsung mengemudikan combine harvester atau mesin pemanen dan seketika tancap gas.
Ditemani Bupati Jember Muhammad Fawait dan anggota DPR RI Kawendra Lukistian, Sudaryono terlihat cukup lihai mengoperasikan mesin panen padi itu.
Begitu turun, Sudaryono disambut para kelompok tani (poktan), penyuluh pertanian, dan masyarakat setempat, yang sudah menantinya sedari pagi.
Tak hanya memberikan tausiah, ia juga berdialog dengan beberapa ketua poktan dan mendengar aspirasi mereka.
Di kesempatan yang sama, ia menyerahkan bantuan puluhan unit alsintan.
Mulai dari traktor roda dua 30 unit, traktor roda empat 4 unit, mesin tanam padi 10 unit, mesin perontok padi 20 unit, mesin panen 4 unit, dan pompa air 30 unit dengan berbagai ukuran, serta benih pertanian.
Sudaryono menyebut bantuan itu sebagai bentuk dukungan Presiden Prabowo yang dinilainya sangat perhatian kepada dunia pertanian.
"Sejak Pak Prabowo menjadi presiden, alhamdulillah, pupuk sekarang mudah. Harga gabah dibeli minimal Rp 6,5 ribu dan Bulog yang biasanya hanya menunggu dari gudang, sekarang sudah melakukan serapan besar-besaran," katanya, saat paparan.
Lebih lanjut, Politisi Gerindra ini menegaskan beragam bantuan alat dan mesin pertanian atau alsintan yang dikucurkan untuk petani di Jember juga demi mendukung optimalisasi lahan pertanian.
Jika biasanya setahun bisa ditanami sampai panen dua kali, maka diharapkan bisa meningkat hingga tiga kali.
"Jawa Timur itu juara pangan, juara beras, juara jagung, tembakau, dan gula, ini semua lumbung pangan Indonesia. Kami ingin semua potensi ini dimaksimalkan," katanya kepada wartawan.
Ia juga menegaskan pemerintah menargetkan untuk bisa swasembada pangan dan tidak lagi bergantung pada impor.
Ia juga melirik sejumlah komoditas unggulan di Jember, seperti tembakau dan kopi, yang menurutnya perlu dilakukan hilirisasi dan industrialisasi.
"Kami mendorong ekspor tembakau dan supaya ada investasi. Apalagi Jember didukung dengan kondisi geografis yang bagus. Kita ingin betul-betul mendatangkan investor, membangun industri, kita tingkatkan produksi. Khusus tembakau kan harus ada industri, beda ama padi ama jagung, ya, kalau tidak pakek industri, nanti susah begitu panen raya," imbuh Ketua Umum DPN HKTI itu.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyambut positif dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian yang telah mengucurkan banyak program pemberdayaan untuk petani di Jember.
"Kalau komitmen pemkab terhadap petani jangan diragukan lagi. Pembangunan ke depan salah satunya sektor pertanian dan ketahanan pangan. Itu menjadi prioritas kami," tegas Gus Fawait, sapaan akrab dia.
Sebagai sesama kader Gerindra yang sempat digembleng di Hambalang (kediaman Presiden Prabowo, Red), Gus Fawait meyakinkan bahwa dukungan Wamentan menggelontorkan bantuan puluhan alsintan untuk Jember itu dipastikan belum berhenti.
"Sejauh ini ada bantuan berupa alsintan. Ke depan kami akan perbanyak lagi, komitmen beliau (Wamentan, Red) bagaimana optimalisasi lahan di Jember lebih dioptimalkan," imbuh mantan legislator DPRD Jatim itu.
Sebelum membuka panen raya, rombongan Wamentan bersama Gus Fawait sempat berkunjung ke City Forest Arum Sabil, di Sumbersari, Kamis malam (10/7).
Di sana, ia bertemu dan berdiskusi terkait pertanian bersama Ketua HKTI Jatim Arum Sabil dan Ketua HKTI Jember Ponimin Tohari.
Sesuai membuka panen raya, rombongan Wamentan bersama Bupati Fawait bergeser ke Puslit Kopi dan Kakao Indonesia, di Jenggawah. Kemudian menjelang petang, ia mengakhiri lawatannya ke Jember dengan menghadiri Apel Kebangsaan Sholawat Tani, bersama ribuan masyarakat yang didominasi emak-emak, di Lapangan Desa Mangaran, Ajung. (mau/c2/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh