Radar Jember – Jumlah pedagang kaki lima (PKL) Pasar Kepatihan terus bertambah.
Bahkan, mereka tak kunjung mengemasi barang dagangannya walau kondisi Jalan A Yani mulai banyak kendaraan yang melintas.
Apalagi, para PKL berjualan di trotoar Jembatan Gladak Kembar.
Bahkan, mereka sampai ada yang berjualan di Jalan Letjen Suprapto.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kemarin pagi (10/7/2025), pada pukul 07.00 masih ada PKL Pasar Kepatihan yang berjualan.
Ada juga satu dua pedagang yang masih bertahan hingga pukul 07.30.
Bahkan, ada yang bertahan hingga pukul 08.00 yaitu pedagang daging ayam di sekitar lampu lalu lintas di Jalan Letjen Suprapto.
Kanit Turjawali Polres Jember Ipda Oeny Angga Mahendra mengatakan, sebenarnya PKL harus sesuai ketentuan untuk mengemasi lapak dagangannya.
Sebelumnya, sekitar pukul 06.30 para PKL sudah berkemas.
Alasan mengapa pada pagi hari para PKL harus mengemasi barang dagangannya, karena di jalan tersebut cukup padat kendaraan bermotor.
Apalagi, mereka berjualan di Jembatan Gladak Kembar.
Kondisi tersebut diperparah oleh pembeli yang sampai melawan arus.
“Trotoar di Jembatan Gladak Kembar dipakai jualan. Belum motor pembeli yang parkir di dekat trotoar. Itu sudah memakai berapa meter jalan. Jadi itu memicu kemacetan saat jam berangkat sekolah,” paparnya. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh