Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

CSR Bisa Jadi Solusi! Barongan Bambu dan Sampah di Muara Bedadung Terus Bertambah Setiap Hujan

Jumai RJ • Kamis, 10 Juli 2025 | 13:45 WIB
BERBAHAYA: Nelayan yang keluar masuk melewati muara Sungai Bedadung harus ekstra hati-hati, karena banyak sampah hingga rumpun bambu.
BERBAHAYA: Nelayan yang keluar masuk melewati muara Sungai Bedadung harus ekstra hati-hati, karena banyak sampah hingga rumpun bambu.

Radar Jember – Tumpukan sampah hingga barongan atau rumpun bambu, cukup mudah ditemukan di Sungai Bedadung.

Bahkan, di muara sungai ini ada sejumlah rumpun bambu yang membuat muara sungai seperti terbendung.

Sampah-sampah ini bisa saja diatasi dengan gerakan bersih-bersih sungai.

Lantas, dari mana dananya?

Hal ini memungkinkan untuk dibahas antar-pemangku kebijakan.

Misalnya, dalam foto ini, terlihat adanya rumpun bambu berlatar kekayaan alam Jember, yakni gunung kapur.

Bisa jadi, perusahaan yang dekat dengan sungai menyisihkan sebagian anggarannya khusus untuk bersih-bersih sungai.

Nah, kondisi sampah dan rumpun bambu ini terlihat di muara Sungai Bedadung.

Sementara, latar belakangnya adalah gunung kapur yang dieksploitasi oleh sejumlah perusahaan.

Dalam kurun waktu tertentu, pemandangan ini bisa jadi berubah.

Sampah bisa jadi akan lebih menumpuk dan gunung yang dikeruk akan semakin habis.

Lokasi ini tak jauh dari plawangan, di Pantai Pancer, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger.

Tumpukan sampah, terutama rumpun bambu, cukup membahayakan bagi nelayan yang lalu lalang melintasi muara sungai tersebut.

Baik yang akan berangkat kerja maupun yang pulang melaut.

Fenomena banyaknya sampah dan rumpun bambu ini berasal dari hulu sungai.

Ada yang datang dari dataran tinggi, kawasan perkotaan, maupun sepanjang aliran Sungai Bedadung.

Sampah-sampah itu sejatinya bisa diminimalisasi dengan gerakan bersih-bersih sungai, agar tidak seluruhnya masuk ke laut.

Salah satu caranya, mengalihkan sebagian dana corporate social responsibility (CSR) perusahaan untuk membersihkan sampah yang ada di hulu, sepanjang Sungai Bedadung, atau di muara sungai.

Dengan begitu, sampai yang akan masuk ke muara dan laut akan semakin sedikit.

Seperti diketahui, sebagian besar sampah adalah plastik atau material lain yang dibuang warga.

Ada yang perorangan dan tidak menutup kemungkinan ada sampah perusahaan yang hanyut di sungai ini.

Sementara, rumpun bambu berasal dari tanaman bambu yang tumbuh di pinggir atau sempadan sungai.

Semuanya hanyut ke muara sungai bahkan ke laut.

Selama sepekan kemarin, sejumlah kawasan di Jember diguyur hujan.

Sampah plastik maupun jenis lain, berikut rumpun bambu hanyut hingga ke laut.

Sampah itu tak sedikit yang menumpuk bahkan membendung di muara Sungai Bedadung.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, di lokasi itu tak hanya ada satu rumpun bambu.

Terlihat ada beberapa rumpun bambu.

Selain yang kasat mata, bisa jadi di dalam air tersebut juga ada rumpun bambu dan sampah lain.  

“Paling berbahaya saat air pasang. Semua barongan bambu terendam air sehingga tidak kelihatan. Jika terkena perahu, bisa saja perahu bocor atau rusak,” kata Catur, pemilik perahu yang menyediakan jasa sewa jukung bagi pemancing yang akan ke Nusa Barong.

Dia berharap agar sampah dan rumpun bambu tidak lagi masuk ke muara sungai atau ke laut, namun bisa selesai di lokasi tumbuhnya bambu.

Catur menyebut, setiap kali hujan deras dan sungai banjir, banyak sampah dan rumpun bambu yang terbawa arus hingga ke pantai.

"Barongan di Sungai Bedadung bisa dilihat, ada di beberapa tempat dan di aliran sungainya menikung. Biasanya, barongan itu berasal dari rumpun bambu yang tumbuh di sempadan sungai," kata Catur.

Akibat banjir, sempadan sungai terkikis, sehingga barongan ambrol dan terbawa arus.

“Lebih bahaya lagi saat nelayan malam, bambu itu tidak kelihatan,” ucapnya.

Dengan adanya sampah hingga rumpun bambu itu, nelayan setempat kebanyakan sudah menghafalkan lokasinya.

Ini agar mereka keluar masuk muara tidak mengalami kecelakaan di lokasi itu.

“Semoga tidak ada kapal yang menabrak atau tersangkut rumpun bambu. Bisa bocor dan kapal rusak,” ucapnya. (jum/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Sungai Bedadung #Jember #Rumpun Bambu