Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

VIRAL di Sosmed! Beredar Foto Pria Sesama Jenis dari Jember Pra Wedding Pakai Adat Jawa, Seperti Pengantin Gay

M Adhi Surya • Kamis, 10 Juli 2025 | 00:52 WIB

 

 

Photo
Photo

MANGLI, Radar Jember – Isu mengenai pasangan sesama jenis kembali menjadi perbincangan hangat di jagat maya. Ini mencuat setelah foto dua lelaki yang mengenakan busana adat Jawa dengan pose pasangan pengantin, diunggah di media sosial.

Foto tersebut menuai beragam tanggapan dari warganet, termasuk kalangan akademisi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, foto tersebut diunggah di akun pribadi milik Chiko Ingham yang disebut warga Jember, dengan pria Wira beberapa waktu lalu.

Dalam keterangan yang ditulis pada unggahan tersebut, Chiko yang berprofesi sebagai hairdresser, menjelaskan foto itu diambil beberapa tahun silam, sebagai dokumentasi keluarga semata. Bukan resepsi pernikahan atau sesi foto pra-nikah.

Meski demikian, unggahan tersebut tetap mengundang perhatian publik.

Sebab, dalam berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari yang diunggah di media sosial, keduanya tampak memiliki kedekatan khusus. Hal ini memicu berbagai spekulasi dan komentar dari warganet terkait status hubungan keduanya.

Menanggapi fenomena tersebut, akademisi UIN KHAS Jember M Farhan menyampaikan, pasangan dan hubungan sesama jenis bukan sesuatu yang baru.

Fenomena ini sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu. Namun, dalam sudut pandang agama dan negara, hubungan sesama jenis dilarang.

Ia menambahkan, selain dari aspek agama, hubungan seperti ini juga bertentangan dengan nilai-nilai budaya dan adat ketimuran yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Indonesia.

Lebih lanjut, Farhan mengimbau agar warga tetap bijak dalam menanggapi isu-isu sensitif seperti ini, terutama di era digital yang memungkinkan informasi menyebar dengan cepat tanpa konteks yang jelas.

Farhan juga menyoroti pentingnya pendekatan komunikasi dalam memahami fenomena ini.

Ia menjelaskan, komunikasi dalam hubungan sesama jenis memiliki dinamika tersendiri yang berbeda dari relasi heteroseksual.

Menurutnya, komunikasi interpersonal dalam hubungan sesama jenis seringkali dibangun atas dasar kebutuhan emosional yang kuat, rasa penerimaan, dan perjuangan bersama menghadapi stigma sosial.

“Relasi mereka dibangun atas dasar empati dan pemahaman satu sama lain, yang kadang justru lebih kuat dibanding hubungan heteroseksual pada umumnya,” jelasnya.

Namun, Farhan mengingatkan, kuatnya ikatan emosional tidak lantas membenarkan secara moral maupun religius. Ia menegaskan pendekatan komunikasi yang efektif justru diperlukan agar masyarakat bisa menyampaikan nilai-nilai agama dan budaya dengan cara yang santun.

“Di sinilah pentingnya edukasi publik berbasis komunikasi yang humanis, juga harus paham bagaimana menyampaikan kritik dengan cara yang etis dan membangun,” pungkasnya.

Sementara itu, berdasar Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, secara tegas dinyatakan perkawinan adalah hubungan antara seorang pria dan seorang wanita. Selain itu, hubungan sesame jenis, di larang.

Ini juga didukung oleh norma agama yang dianut semua umat beragama di Indonesia. Pada umumnya, perkawinan sesama jenis sebagai sesuatu yang tidak sesuai dengan ajaran agama. (dhi/nur)

Editor : M. Ainul Budi
#uin khas #Jember #lgbt